TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A sebagai pemicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu dini hari. Getaran gempa tersebut bahkan dirasakan hingga Kota Palu.
Gempa terjadi sekitar pukul 03.08 WITA. Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat guncangan berada di daratan, sekitar empat kilometer timur laut Kamarora, Kabupaten Sigi.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan aktivitas tektonik yang bersumber dari pergerakan sesar aktif di wilayah Palolo.
"Hasil pemetaan episenter dan kedalaman sumber gempa memperlihatkan karakteristik gempa dangkal. Aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A menjadi faktor yang memicu terjadinya guncangan tersebut," ucapnya, Sabtu, 7 November 2026.
Dari hasil pemutakhiran parameter gempa, BMKG mencatat episenter berada pada koordinat 1,17 derajat Lintang Selatan dan 120,16 derajat Bujur Timur. Sementara kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer.
"Guncangan yang ditimbulkan turut dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Kabupaten Sigi mengalami intensitas IV MMI, sedangkan Kota Palu tercatat merasakan getaran pada intensitas III MMI," ungkapnya.
Pada skala III MMI, getaran umumnya terasa cukup jelas di dalam rumah. Benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang, dengan sensasi seperti kendaraan berat yang melintas di sekitar bangunan.
Meski getaran menjangkau hingga Kota Palu, sejauh ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak kerusakan lainnya akibat gempa tersebut.
BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, belum terdeteksi adanya gempa susulan setelah kejadian utama.
Djati menyampaikan bahwa hingga laporan pemantauan dilakukan, aktivitas gempa susulan atau aftershock belum tercatat oleh BMKG.
Masyarakat di Kabupaten Sigi dan Kota Palu diimbau tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya gempa bumi. Warga juga diminta memastikan kondisi lingkungan dan bangunan tetap aman serta mengakses informasi perkembangan gempa melalui kanal resmi BMKG.










