TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di berbagai kota besar pada Sabtu.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul adanya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Tanah Air.
Prakirawan BMKG, Adelia F, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya potensi pembentukan awan hujan, perlambatan angin, hingga pertemuan massa udara di kawasan Samudra Pasifik bagian utara Papua Barat Daya.
"Secara umum, dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi pembentukan awan hujan, perlambatan angin, serta pertemuan angin di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya," jelas Adelia F dalam keterangan prakiraan cuaca BMKG, Sabtu, 7 November 2026.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan dan memicu terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.
BMKG memprakirakan beberapa kota berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire.
Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur sejumlah kota lainnya, di antaranya Banda Aceh, Medan, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, hingga Merauke.
Adapun kondisi berawan diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Kupang, dan Kendari.
Tak hanya mengingatkan potensi hujan lebat, BMKG juga menyampaikan peringatan terkait kondisi perairan Indonesia. Gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia bagian selatan Jawa Timur.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir rob. Sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, hingga Maluku.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mewaspadai potensi dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, maupun banjir rob."
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga juga diimbau menghindari kawasan rawan banjir dan genangan, serta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan maupun di sekitar wilayah pesisir.










