TVRINews, Sambas
Deputi BNPPDT menilai Pos Lintas Batas Temajuk di Sambas berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata kawasan perbatasan.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) memandang Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memiliki potensi strategis yang sangat besar. Tidak hanya berfungsi sebagai titik akses mobilitas masyarakat Indonesia dan Malaysia, kawasan ini dinilai berpotensi besar menjadi motor penggerak sektor pariwisata perbatasan.
Potensi tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPPDT, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, saat melaksanakan kunjungan peninjauan langsung ke PLB Temajuk.
Dalam peninjauannya yang didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas, Septiza, Maith menyoroti letak geografis Temajuk yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia, sebagai peluang emas untuk menggenjot pariwisata bahari dan aktivitas ekonomi masyarakat kedua negara.

(Foto: Humas BNPPDT)
Peluang Pariwisata dan Kesiapan Pelaku Usaha Lokal
Keberadaan PLB Temajuk dinilai sangat strategis dalam memfasilitasi arus kunjungan wisatawan asal Sarawak, Malaysia, yang ingin menikmati keindahan Pantai Temajuk maupun menyeberang ke kawasan Telok Melano.
Seiring dengan rencana jangka panjang peningkatan status PLB Temajuk menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang bersinergi dengan pembangunan Border Post Telok Melano (Pos Kawalan Sempadan/PKS) oleh Pemerintah Sarawak, aktivitas lintas batas diprediksi akan semakin masif.
Kendati demikian, Maith mengingatkan bahwa peningkatan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama yang menikmati multiplier effect ekonomi.

(Foto: Humas BNPPDT)
“Kalau perbatasan kita di PLB semakin ramai dan nantinya PLBN dibangun, tentu peluang ekonomi masyarakat juga semakin terbuka. Masyarakat sekitar harus memiliki kesiapan untuk menangkap peluang tersebut,” tegas Maith, dikutip Sabut, 7 November 2026.
Pemenuhan Infrastruktur Pendukung dan Optimalisasi Perbatasan
Selain menyoroti kesiapan mental dan keterampilan pelaku usaha lokal, peninjauan ini juga menginventarisasi berbagai kebutuhan infrastruktur pendukung di Temajuk. Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi syarat mutlak untuk menjamin kelancaran mobilitas, aksesibilitas wisatawan, serta mengoptimalkan daya tarik pariwisata kawasan.
Melalui langkah identifikasi komprehensif ini, BNPPDT berkomitmen untuk terus merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan yang terarah, sehingga fungsi pelayanan lintas batas semakin optimal serta mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di garda terdepan wilayah Republik Indonesia.










