TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menerbitkan sebanyak 1.351 visa untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, hadir langsung di Sirkuit Mandalika untuk memastikan dukungan layanan keimigrasian berjalan optimal selama ajang balap motor internasional tersebut.
Imigrasi juga mengerahkan 50 personel tambahan di bandara, kawasan sirkuit, dan sekitarnya guna memperkuat pelayanan serta pengawasan keimigrasian bagi pembalap, tim, dan wisatawan mancanegara.
"Kami memastikan pelayanan visa dan proses keimigrasian berjalan baik agar mereka merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman positif selama berada di Indonesia," ujar Hendarsam dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 12 Oktober 2026.
Kemudian ia mengatakan, dukungan keimigrasian tidak hanya ditujukan kepada pembalap dan tim, tetapi juga wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan MotoGP Mandalika 2026. Menurutnya, pelayanan imigrasi menjadi salah satu pengalaman awal yang dirasakan wisatawan ketika tiba di Indonesia.

Karena itu, Imigrasi berupaya menghadirkan pelayanan yang ramah dan profesional untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung internasional.
Sementara itu, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan kehadiran 145.000 penonton domestik maupun mancanegara pada MotoGP Mandalika tahun ini. Untuk mendukung mobilitas penonton, InJourney Airports menyiapkan 66 penerbangan non-reguler dari dan menuju Lombok selama periode penyelenggaraan.
Hendarsam menegaskan, peran Imigrasi tidak terbatas pada pelayanan dokumen perjalanan dan pengawasan orang asing. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Imigrasi juga memiliki fungsi sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Fungsi tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang mendukung mobilitas internasional dan pembangunan nasional, termasuk penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala internasional seperti MotoGP Mandalika.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga dunia, tetapi juga membuka peluang untuk mendorong sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
InJourney menargetkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menghasilkan dampak ekonomi hingga hampir Rp5 triliun.
"Di balik gemuruh mesin MotoGP, ada roda perekonomian masyarakat yang ikut bergerak. Melalui pelayanan keimigrasian yang optimal, kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia, tetapi juga mampu memanfaatkan momentum ini untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Imigrasi akan terus memperkuat pelayanan dan pengawasan keimigrasian untuk mendukung berbagai kegiatan internasional, termasuk olahraga dan pariwisata.
"Melalui MotoGP Mandalika, kami ingin menunjukkan bahwa Imigrasi Indonesia siap mendukung penyelenggaraan kegiatan kelas dunia. Bukan hanya melalui penerbitan visa, tetapi juga dengan menghadirkan pelayanan yang memberikan kepastian, kenyamanan, dan rasa aman. Imigrasi harus menjadi bagian dari kemajuan Indonesia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ucapnya.










