TVRINews, Jakarta
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyambangi 10 titik di daerah sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Upaya tersebut akan dilakukan mulai pekan depan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan kunjungan tersebut akan dilaksanakan bersama Ketua KPK Setyo Budiyanto. Dalam pelaksanaannya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan para deputi KPK juga akan bergantian mendampingi kegiatan di masing-masing wilayah.
"Kami akan keliling ke 10 titik ya, mulai minggu depan. 10 titik bersama Ketua KPK, deputinya gantian, Wamenndagri gantian. 2 hari spesifik tiap-tiap daerah," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Adapun 10 titik tersebut meliputi Aceh dan Sumatera Utara; Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau; Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung; DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten; serta Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selanjutnya, Jawa Timur dan Bali; Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur; Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara; Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara; serta Maluku dan Maluku Utara.
Menurut Tito, setiap kunjungan akan difokuskan pada pembahasan persoalan-persoalan yang telah dipetakan sebelumnya sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
"Akan teknis sekali apa yang ada apa namanya sudah kita inventarisir masalah-masalahnya. Ini dalam rangka untuk mencegah terjadinya penyimpangan oleh kepala daerah," ujarnya.
Meski demikian, Tito mengingatkan para kepala daerah agar melakukan introspeksi dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Ia menegaskan pemerintah tidak dapat sepenuhnya mencegah terjadinya pelanggaran apabila masih ada pihak yang sengaja melakukan praktik korupsi.
"Tapi dengan adanya OTT-OTT ini ya saya minta kepala daerah juga introspeksi ya agar jangan sampai bermain-main ntar kena lagi loh yang lain-lain lagi ya. Kita nggak bisa cegah," pungkasnya.









