TVRINews, Batang
Sejumlah penerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian akad massal 62.000 unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan yang digelar secara serentak di 165 titik di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, Kamis, 30 Juli 2026 hari ini.
Dalam dialog virtual bersama Presiden, para penerima manfaat mengaku program rumah subsidi memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki hunian yang sebelumnya sulit diwujudkan. Salah satunya Sarah, pedagang kios kelontong asal Banda Aceh, misalnya, menyebut program KPR Sejahtera FLPP telah membantu generasi muda, termasuk dirinya yang baru berusia 23 tahun, memiliki rumah pertama.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden. Berkat program KPR Sejahtera FLPP, kami generasi Z bisa memiliki rumah impian. Semoga Bapak selalu diberi keberkahan dan kesehatan,” ujar Sarah.
Ucapan serupa juga disampaikan Terry Wagiu, seorang wartawan dari Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Terry mengaku baru bisa memiliki rumah setelah 14 tahun berumah tangga.
“Melalui program Bapak saya bisa punya rumah. Sudah 14 tahun menikah, baru tahun ini bisa memiliki rumah. Terima kasih untuk program ini,” katanya.
Sementara itu, Ririn Magrib Nensia Husein, guru sekolah dasar asal Kota Tual, Maluku, mengatakan program KPR subsidi melalui BP Tapera telah mewujudkan impiannya memiliki rumah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan, seperti penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya telah memberikan manfaat bagi proses belajar mengajar di sekolah.
Menanggapi berbagai ungkapan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para penerima manfaat sekaligus berharap mereka dapat menikmati rumah baru bersama keluarga.
Peresmian akad massal ini mencakup 62.000 unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan dengan nilai pembiayaan mencapai Rp880 miliar. Program tersebut dilaksanakan serentak di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi di Indonesia.









