TVRINews, Jakarta
Momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah diharapkan dapat memberikan energi positif antar sesama. Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin mengajak masyarakat untuk merayakan Idul Adha dengan penuh kesederhanaan atau tidak berlebihan dan bersyukur atas nikmat dari Sang Pencipta.
Selain itu, Wapres K. H. Ma’ruf Amin juga mengingatkan masyarakat tidak lupa untuk membantu antarsesama, terlebih tahun ini menjadi kali pertama Hari Raya Idul Adha akan dilewati warga pascapandemi Covid-19 yang melanda dunia selama tiga tahun lamanya.
“Mari kita rayakan Idul Adha tahun ini dalam kesederhanaan dan rasa syukur yang khidmat, seraya tetap menyalakan semangat untuk membantu sesama,” jelas Wapres dalam tayangan video ucapan Hari Raya Idul Adha 1444 H, Rabu (28/06/2023).
Baca Juga : Menag Minta Perlindungan dan Pelayanan Optimal untuk Jemaah Haji di Mina
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan keutamaan dari ajaran Idul Adha, yaitu mengenai pentingnya menjunjung tinggi kemanusiaan melalui keluasan hati yang lapang, serta berbagi kebahagiaan kepada orang lain.
“Idul Adha mengajarkan tentang pentingnya menjunjung kemanusiaan dengan cara berbagi kebahagiaan oleh umat yang memiliki kelapangan,” terang Wapres.
Wapres mengisahkan peristiwa keteladanan Nabi Ibrahim A.S. yang menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail A.S., sebagai bentuk kepatuhan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Keteladanan Nabi Ibrahim A.S. mengandung pesan mulia tentang keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT yang tidak bercela,” sebut Wapres.
“Kepatuhannya kepada Allah SWT dan keikhlasannya untuk berkorban, sepatutnya menginspirasi kita untuk menjadi muslim yang utuh,” imbuhnya.
Sejalan dengan sejarah tersebut, Wapres menekankan pentingnya ketaatan dan mengamalkan ajaran agama untuk memberikan kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Mengamalkan perintah Allah sepenuh hati demi kebaikan diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara,” terang Wapres.
Baca Juga : Jemaah Haji Melaksanakan Rangkaian Ibadah di Mina dengan Khusyuk










