TVRINews, Arafah
Prosesi wukuf di Arafah telah selesai, Jemaah haji lanjut menginap di Muzdalifah dan Mina.
Aktivitas jemaah haji akan lebih berat di Mina daripada di Arafah, karena jemaah akan melontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah, serta dilanjutkan dengan jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari-hari Tasyrik selama di Mina.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menekankan pentingnya perlindungan dan pelayanan yang memadai untuk jemaah seperti lansia.
Baca Juga : Wapres Kurban Sapi Limousin 1.154 Kg Di Masjid Istiqlal
"Terdapat tujuh jemaah wafat di Arafah. Jika di Mina tidak dipersiapkan dengan betul, kejadian yang sama akan terulang, banyak jemaah yang tumbang, termasuk lansia," Kata Menag pada saat di Arafah sebelum berangkat ke Muzdalifah, Selasa, 27 Juni 2023.
Menag Yaqut mengatakan bahwa telah disiapkan skenario, agar jemaah yang mayoritas lansia bisa beribadah dengan nyaman tanpa harus gugur kewajiban hajinya.
"Kami meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menerapkan skema perlindungan, pelayanan, dan pembinaan dengan menyesuaikan kondisi fisik jemaah, agar mereka tidak memaksakan," ucap Yaqut.
Selain itu Menag menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya apa pun atas badal lontar jumrah.
"Badal lempar jumrah itu sah secara Fikih dan tidak dipungut biaya jadi jemaah tidak perlu khawatir," tegas Menag.
Tidak ketinggalan, Menag Yaqut menerangkan terkait jemaah lain yang tidak dipungut biaya yaitu jemaah yang wafat dibadalhajikan oleh petugas, jemaah yang sakit serta yang tidak memungkinkan disafariwukufkan juga dibadalhajikan.
Baca Juga : Idul Adha 1444 H, Wapres: Rayakan Secara Sederhana dan Bantu Sesama










