TVRINews, Jakarta
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kementerian dan lembaga terkait menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Langkah strategis ini disampaikan dalam konferensi pers di Posko Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, desk gabungan yang dibentuk atas direktif Presiden melibatkan TNI, BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BRIN. Setelah melakukan persiapan dalam waktu singkat, operasi ini telah aktif berjalan sejak pertengahan Oktober.

"Atas direktif dari Presiden itu, minggu lalu di Mabes TNI Cilangkap dibentuklah Desk Gabungan ini beranggotakan TNI, BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BRIN. Dengan melakukan persiapan singkat efektif mulai tanggal 18 Oktober kemarin operasi ini sudah berjalan di dua provinsi," jelas Budi dalam keterangan yang dikutip, Kamis 22 Oktober 2026.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca Marsda TNI Erson Sinaga, yang sehari-hari menjabat Pati Sahli Tk. III Intekmil Siber Panglima TNI, menyampaikan bahwa tiga pesawat CASA telah disiagakan di Sumatera Selatan. Armada tersebut dikerahkan untuk mendukung misi modifikasi cuaca melalui penyemaian dry ice dan garam, sekaligus memantau kondisi dari udara.
"Untuk wilayah Sumatera Selatan, kekuatan pesawat kita dalam rangka penanggulangan Karhutla, kita untuk pesawat Casa, kita sudah menempatkan tiga pesawat Casa. Untuk misi OMC, operasi modifikasi cuaca, yaitu berupa penyemayan dry ice dan juga penyemayan garam. Kemudian juga misi yang berikutnya yaitu melaksanakan patroli, patroli udara," ujarnya.
Marsda TNI Erson Sinaga menambahkan, dukungan kekuatan udara juga disiapkan untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan penempatan tiga pesawat TNI. Pengerahan unsur udara ini menjadi bagian dari sinergi lintas instansi untuk mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca serta memperkuat penanggulangan karhutla di kawasan terdampak.










