TVRINews, Jakarta
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menggelar EKSPOS STMKG 2026 di Auditorium Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis STMKG 2026 ini menampilkan hasil penelitian taruna dan dosen untuk membuka peluang kolaborasi serta pengembangan inovasi yang mendukung operasional BMKG.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, STMKG memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sekaligus menghasilkan penelitian dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan operasional BMKG.
Menurut Faisal, pengembangan riset berbasis ilmiah diperlukan untuk meningkatkan kualitas informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) agar semakin akurat, cepat, dan dapat diandalkan.

“Saya ingin menekankan bahwa EKSPOS STMKG tidak boleh hanya menjadi ajang pameran hasil penelitian semata. Kegiatan ini harus menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan,”ujar Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 22 Oktober 2026.
Faisal meminta seluruh unit kerja BMKG mengidentifikasi hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kegiatan operasional. Penelitian yang relevan perlu ditindaklanjuti melalui diskusi teknis, pendampingan, pengujian, dan validasi untuk memastikan kelayakannya sebelum diterapkan.
Proses pengembangan tersebut juga perlu mencakup kalibrasi dan verifikasi sesuai kebutuhan agar hasil penelitian memenuhi standar akurasi dan dapat dimanfaatkan oleh unit pelaksana teknis (UPT) maupun sistem operasional BMKG.
“Yang terpenting, hasil penelitian harus memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan akurasi pengamatan, memperkuat sistem peringatan dini, maupun meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,”lanjutnya.
Selain pengembangan hasil penelitian, Faisal menilai kolaborasi lintas program studi perlu diperkuat. Bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG saling berkaitan dalam mendukung layanan BMKG.
Karena itu, pertukaran pengetahuan antara taruna dan dosen dari berbagai bidang diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan membuka peluang inovasi baru.
“Mari kita wujudkan semangat ‘Satu STMKG, Beragam Gagasan, Sejuta Potensi’ melalui kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. Saya berharap EKSPOS STMKG 2026 menjadi awal dari kolaborasi riset yang lebih kuat antara STMKG dan BMKG, sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan operasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Plh. Ketua STMKG Adityawarman melaporkan, EKSPOS STMKG 2026 menampilkan 60 poster skripsi taruna dari empat program studi, yakni meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG. Selain itu, terdapat 10 poster penelitian unggulan dosen yang turut dipamerkan.
Menurut Adityawarman, pameran poster tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan sebagai sarana memperkenalkan hasil penelitian kepada pimpinan dan pegawai BMKG sekaligus mendapatkan masukan untuk pengembangan riset selanjutnya.
“Ide-ide dari karya yang dihasilkan merupakan upaya untuk menjawab berbagai bentuk tantangan yang ada, baik dalam operasional di BMKG maupun dalam ranah keilmuan meteorologi, klimatologi, geofisika, serta instrumentasi MKG pada umumnya,”ungkap Adityawarman.
Ia menjelaskan, sebanyak 260 lulusan STMKG pada 2026 telah menghasilkan karya ilmiah melalui tahapan akademik yang dirancang untuk menjaga kualitas penelitian. Hasil karya tersebut perlu disebarluaskan kepada berbagai pihak, terutama BMKG sebagai pengguna utama lulusan STMKG.
Diseminasi penelitian juga menjadi bentuk pertanggungjawaban sivitas akademika dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Melalui EKSPOS STMKG 2026, penelitian taruna dan dosen diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan unit kerja BMKG. Masukan dari pengguna menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi potensi inovasi yang dapat diuji dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga berpeluang menghasilkan solusi yang mendukung peningkatan kualitas pengamatan, sistem peringatan dini, dan pelayanan informasi MKG kepada masyarakat.










