TVRINews – Jakarta
KemenPPPA Dorong Kolaborasi Global Wujudkan Generasi Emas 2045.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi titik balik penting bagi Indonesia dalam merumuskan ulang strategi perlindungan generasi muda di tengah kompleksitas era digital.
Pemerintah menegaskan bahwa pencapaian visi besar menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas tumbuh kembang anak hari ini.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menggarisbawahi bahwa perlindungan anak bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kebijakan tersebut menuntut partisipasi aktif lintas sektor, mulai dari unit terkecil dalam keluarga hingga pemangku kebijakan di tingkat nasional.

(Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi (Tengah) Dalam konferensi pers Hari Anak Nasional (Foto: Bakom RI))
"Pembangunan bangsa berakar dari cara kita merawat potensi anak-anak saat ini. Keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 mustahil tercapai tanpa memastikan mereka tumbuh dalam kondisi sehat, bahagia, dan terlindungi," ujar Arifah dikutip Kamis 23 Juli 2026.
Tantangan Ruang Digital dan Perluasan Ruang Aman
Dinamika zaman modern menghadirkan tantangan baru yang kian kompleks, khususnya ancaman kejahatan di ruang digital serta paparan informasi negatif.
Merespons urgensi tersebut, Kementerian PPPA memperluas cakupan inisiatif strategis melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) serta Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).
Langkah ini merupakan wujud nyata penjabaran program prioritas nasional untuk memastikan setiap lingkungan baik fisik maupun virtual bebas dari diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan. Fokus penanganan turut menyasar pencegahan perundungan, perlindungan kesehatan mental, pengentasan perkawinan anak, penguatan literasi digital, hingga mitigasi penyalahgunaan zat terlarang.
Rangkaian peringatan tahun ini dirancang secara desentralisasi untuk menjangkau anak-anak di berbagai daerah. Berbagai agenda utama meliputi lokakarya forum anak, festival budaya nusantara di Universitas Indonesia, perumusan Suara Anak Indonesia, hingga puncak acara kenegaraan yang dipusatkan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Negara Hadir Lewat Layanan Pengaduan Cepai
Pemerintah juga kembali mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendengarkan aspirasi anak serta menyediakan ruang ekspresi yang sehat.
Jalur komunikasi darurat tetap disiagakan bagi anak-anak yang menghadapi situasi rentan atau kekerasan.
"Negara selalu hadir untuk memberikan perlindungan penuh. Jika anak-anak mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan, jangan pernah ragu melapor kepada orang dewasa terpercaya atau memanfaatkan layanan pengaduan SAPA 129," tutup Arifah.










