TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong lahirnya local hero ekonomi kreatif di berbagai daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Upaya tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Bungo Dedy Putra di Autograph Tower, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Riefky, setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda sehingga diperlukan pemetaan yang tepat agar mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda. Tugas kami adalah membantu pemerintah daerah memetakan potensi tersebut agar dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 23 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Riefky memaparkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai acuan pengembangan ekonomi kreatif nasional. Ia juga mengenalkan sejumlah program strategis Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Kemudian Riefky menegaskan, Kementerian Ekraf ingin mempercepat lahirnya pelaku ekonomi kreatif unggulan di setiap daerah melalui kurasi, peningkatan kapasitas, akses pasar, hingga pembiayaan.
"Kami ingin mendorong lahirnya local hero dari setiap daerah. Pelaku ekonomi kreatif yang telah berkembang perlu dipercepat melalui kurasi, penguatan kapasitas, akses pasar, dan pembiayaan agar mampu naik kelas serta menjadi penggerak ekonomi kreatif di daerahnya," ucapnya.

Audiensi juga membahas peluang kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Pemerintah Kabupaten Bungo, mulai dari penguatan ruang kreatif berbasis komunitas, kurasi jenama lokal, hingga hilirisasi kekayaan intelektual berupa sejarah dan cerita rakyat menjadi produk kreatif bernilai tambah di subsektor komik, film, animasi, dan konten digital.
Sementara itu, Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan daerahnya memiliki potensi besar pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, film, dan konten digital. Potensi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui dukungan Kementerian Ekraf dalam bentuk pelatihan, penguatan ekosistem, fasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI), promosi, serta peningkatan daya saing pelaku ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kementerian Ekraf dan Pemerintah Kabupaten Bungo dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, inklusif, serta mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah.










