TVRINews, Jakarta
Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Mitra Seni Indonesia (MSI) untuk menghadirkan panggung seni yang inklusif bagi seluruh anak. Dalam penutupan Festival Seni dan Bazaar (FSB) 2026 di Graha Jalapuspita, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026, sebanyak 12 anak berkebutuhan khusus dari komunitas Aku Menari tampil membawakan pertunjukan tari di hadapan ratusan pengunjung.
Penampilan tersebut menjadi salah satu agenda utama pada hari terakhir festival yang mengangkat semangat menghadirkan ruang aman dan nyaman bagi anak melalui seni dan budaya.
Pelaksana Tugas Ketua Umum Mitra Seni Indonesia, Hesti Kresnarini, mengatakan seni merupakan media yang mampu menyatukan semua kalangan tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk berekspresi. Kami ingin menunjukkan bahwa panggung seni terbuka untuk semua, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki talenta luar biasa,” ujar Hesti.
Ia menjelaskan, MSI secara konsisten melibatkan komunitas anak berkebutuhan khusus dalam berbagai kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.
Selain penampilan komunitas Aku Menari, acara penutupan juga dimeriahkan Tari Ratoh Jaroe yang dibawakan 29 siswa SMP Auliya. Kelompok tersebut diketahui telah meraih sejumlah prestasi dalam ajang tari tingkat internasional.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional turut diisi dengan berbagai kegiatan interaktif, seperti story telling, sandiwara boneka, permainan edukatif, hingga hiburan keluarga. Panitia juga mengumumkan pemenang lomba Instagram dengan jumlah tanda suka terbanyak yang diikuti peserta festival.

Ketua Panitia Festival Seni dan Bazaar MSI 2026, Retno Salamoen, mengatakan festival bukan hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat.
“Festival ini selesai, tetapi semangat untuk melestarikan seni dan budaya harus terus berlanjut. Kami berterima kasih kepada seluruh mitra, komunitas, dan pengunjung yang telah menjadi bagian dari penyelenggaraan festival tahun ini,” ujarnya.
Festival Seni dan Bazaar MSI 2026 mengusung tema “Harmoni Budaya Indonesia” dengan menghadirkan sekitar 90 stan, melibatkan 10 komunitas seni dan pelaku UMKM kreatif, serta dikunjungi lebih dari 700 orang selama tiga hari pelaksanaan.
Berbagai pertunjukan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia turut memeriahkan festival, mulai dari angklung, kolintang, paduan suara, hingga tari tradisional yang dibawakan para anggota dan peserta pelatihan Mitra Seni Indonesia.










