TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada pekan lalu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas sekaligus memperluas pemerataan ekonomi hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Qodari, pembangunan infrastruktur tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Kebijakan itu menunjukkan komitmen pemerintah agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses.
“Pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini jarang tersentuh. Kita ingin memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh setiap warga negara,”ujar Qodari dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jalan yang dibangun tersebar di 37 provinsi dan memiliki peran strategis dalam memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung antara sentra-sentra produksi dengan pasar sehingga distribusi hasil pertanian, energi, dan kebutuhan pokok dapat berlangsung lebih efisien.
“Pembangunan ini adalah fondasi kokoh kita bersama untuk menyongsong swasembada pangan, energi, dan air,” ucapnya.
Qodari mengatakan pemerintah ingin memastikan hasil panen petani tidak lagi mengalami kerugian akibat akses jalan yang rusak. Selain itu, konektivitas yang lebih baik juga diharapkan mampu memperlancar distribusi energi dan air bersih ke berbagai daerah.
“Dengan jalan yang mulus dan terhubung, aliran pasokan pangan dari pusat-pusat produksi ke masyarakat akan berjalan lebih cepat dan efisien,”tambahnya.
Menurut Qodari, peresmian jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menilai pembangunan konektivitas merupakan fondasi penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus mendukung target swasembada pangan, energi, dan air di berbagai wilayah Indonesia.










