TVRINews, Jawa Timur
SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan pada 2025 untuk memperbaiki kerusakan bangunan sekolah. Perbaikan meliputi atap ruang kelas dan pembangunan satu paket toilet yang terdiri atas empat bilik. Bantuan tersebut membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman setelah sebelumnya terganggu kebocoran saat hujan.
Salah satu murid kelas XII, Alina Maulidya Aryanti, mengungkapkan bahwa kondisi ruang kelas sebelum diperbaiki kerap mengganggu proses pembelajaran. Ketika duduk di kelas XI pada 2025, ia mengalami langsung situasi ketika air hujan masuk melalui atap yang berlubang hingga murid harus membersihkan kelas sebelum belajar kembali.
“Waktu saya kelas XI tahun 2025, saya menempati kelas yang atapnya masih ada yang bolong-bolong. Jadi, kalau hujan, banyak air yang masuk ke ruang kelas. Karena banjir, pembelajaran terhenti karena kita harus membersihkan kelas terlebih dahulu,” ujar Alina dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 14 Oktober 2026.
Setelah perbaikan dilakukan, kondisi ruang kelas yang sebelumnya mengalami kebocoran menjadi lebih baik. Alina menyebut murid yang menggunakan ruang tersebut kini dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa terganggu air hujan.
“Sekarang kelas yang saya gunakan sebelumnya sudah nggak ada atap yang bolong lagi, nggak ada yang bocor lagi. Jadi, teman-teman kelas IX yang belajar, saat ini benar-benar nyaman,” jelasnya.
Ia berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh murid-murid pada tahun-tahun berikutnya.
Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 20 November 1984 itu sebelumnya mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan. Melalui bantuan revitalisasi pada 2025, sekolah memperoleh perbaikan atap ruang kelas serta satu paket toilet dengan empat bilik.
Dewi menilai perbaikan tersebut membawa perubahan terhadap kondisi bangunan dan kenyamanan murid selama mengikuti pembelajaran.
“Dampaknya sangat signifikan terhadap sekolah kami. Yang awalnya sekolahnya rusak, mohon maaf atapnya itu sudah melengkung, sehingga ketika mendapatkan revitalisasi, gedung menjadi bagus. Anak-anak menjadi nyaman tempat belajarnya,” ungkap Dewi.
Ia menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi satuan pendidikan memberikan manfaat bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas fasilitas belajar. Dengan kondisi bangunan yang lebih baik, pihak sekolah berharap dapat memberikan pelayanan pendidikan secara optimal kepada seluruh murid.
“Dengan bantuan revitalisasi satuan pendidikan sangat bermanfaat untuk kami. Anak-anak juga menjadi nyaman belajar. Insya Allah kami akan siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi murid-murid kami,” ucapnya.
Manfaat perbaikan fasilitas juga dirasakan Javas Parama Wirasana, murid kelas XI SMAN 1 Taman. Menurutnya, ruang kelas yang digunakan saat ini terasa lebih luas, rapi, dan memiliki pencahayaan yang lebih terang dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut membantunya dan teman-teman lebih fokus mengikuti pembelajaran.
“Saat saya kelas XI dan menempati ruang kelas ini, saya dan teman-teman dalam pembelajaran lebih fokus dan mudah menerima materi karena pencahayaan di kelas yang baru ini lebih terang,” kata Javas.
Javas berharap revitalisasi dapat dilanjutkan ke ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Dengan demikian, semakin banyak murid yang dapat belajar dalam lingkungan yang nyaman dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru.
“Harapan saya ke depannya untuk kelas-kelas yang lainnya direvitalisasi juga, agar materi yang disampaikan oleh guru jadi mudah diserap dan lebih nyaman belajarnya,” tuturnya.
Perbaikan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Melalui revitalisasi tersebut, SMAN 1 Taman berharap lingkungan belajar yang lebih nyaman dapat membantu murid berkonsentrasi, memahami materi pelajaran, serta mengembangkan potensi dan prestasi mereka.










