TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan riset, inovasi, dan sumber daya manusia. Hal ini, diungkapkan saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Sabtu, 27 Juni 2026 hari ini.
Pada kesempatan tersebut, ia menuturkan jika sampai saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di sektor energi, mulai dari peningkatan produksi minyak dan gas bumi, tingginya konsumsi energi nasional, hingga ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas energi.
Karena itu, lanjutnya pemerintah terus mendorong berbagai strategi, seperti peningkatan lifting migas, pengembangan energi baru dan terbarukan, penguatan bauran energi nasional, pengamanan cadangan energi, serta hilirisasi sumber daya alam.
“Hari ini saya merasa berbahagia bisa melakukan dialog terbuka dengan rektor, profesor, dekan, kaum-kaum intelektual. Saya senang karena kita sedang melakukan diskusi terhadap kebijakan negara di sektor ESDM oleh orang-orang yang luar biasa,” ujar Bahlil.
Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi menjadi penting karena berbagai kebijakan energi memerlukan dukungan hasil riset dan inovasi agar dapat diimplementasikan secara efektif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda ketahanan energi melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menilai sinergi antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri perlu terus diperkuat agar hasil penelitian dapat dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 diikuti sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, dekan, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah dan kalangan akademisi untuk menyusun langkah bersama dalam mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan energi berbasis riset dan inovasi.










