TVRINews - Jakarta
Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) FIFA World Cup 2026 yang disiarkan TVRI membawa dampak positif bagi Pelaku Usaha Mikro (UMK) di berbagai daerah. Meningkatnya jumlah masyarakat yang hadir di lokasi nobar turut mendorong kenaikan omzet pedagang, sekaligus membuka peluang promosi bagi produk-produk UMK lokal.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, Ibu Asma, seorang pelaku UMK, mengaku pendapatannya meningkat hampir dua kali lipat selama kegiatan nobar berlangsung.

"Sebelumnya pendapatannya sekitar Rp300 ribuan. Setelah ada nobar ini Alhamdulillah bisa sampai Rp600 ribu bahkan Rp700 ribu. Harapannya semoga kegiatan seperti ini terus ada," ujarnya.
Hal serupa dirasakan pedagang di Bangka Belitung. Ibu Nurhayani menilai kegiatan nobar sangat membantu pelaku usaha kecil.
"Sangat membantu rakyat, apalagi kami pedagang. Dengan adanya kegiatan ini jualan jadi ramai," katanya. Senada dengan itu, Dede Kamela berharap kegiatan serupa lebih sering digelar. "Kalau hari biasa agak sepi. Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menaikkan omzet para UMK. Mudah-mudahan ke depannya event seperti ini terus dilaksanakan," ungkapnya.

Di kota lain seperti Padang Pariaman, Sumatera Barat, para pelaku usaha juga merasakan manfaat yang sama. Salah seorang pedagang mengatakan ramainya masyarakat yang datang membuat dagangannya lebih laris sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan produk mereka.
"Dampaknya dagangan kita laris karena banyak masyarakat yang datang. Produk-produk UMK di Padang Pariaman juga jadi lebih dikenal," ujarnya. Sementara pelaku usaha Lezagna Coffee berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. "Harapan kami kedepan agar lebih sering diadakan nobar atau bazar seperti ini sehingga kami sebagai pelaku UMK dapat terus meningkatkan pelanggan," katanya.
Dengan berbagai kegiatan nobar yang masih akan berlangsung hingga partai final, TVRI sebagai rumah sepak bola dunia untuk Indonesia berkomitmen terus menghadirkan kegembiraan dan kebersamaan bagi masyarakat, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di berbagai daerah. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Piala Dunia menjadi hiburan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.










