TVRINews, Jakarta
Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, Sabtu, 27 Juni 2026, berdampak pada operasional perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Salah satu rangkaian, KA Joglosemarkerto, sempat mengalami anjlok ringan di kawasan perlintasan Gowok, Kabupaten Sleman.
Sebagai langkah antisipasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta di wilayah Daop 6 untuk memastikan kondisi jalur dan rangkaian tetap aman pascagempa.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penghentian sementara dilakukan sesuai standar operasional keselamatan yang berlaku.
“Seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana pascagempa,” kata Feni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menjelaskan, petugas langsung memeriksa jalur rel, jembatan, wesel, rangkaian kereta, serta infrastruktur pendukung lainnya setelah gempa terjadi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta.
“Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan seluruh lintas dan jalur aman, perjalanan kereta api kembali dijalankan secara bertahap,” ujarnya.
Akibat proses pemeriksaan tersebut, sedikitnya 15 perjalanan kereta mengalami keterlambatan dengan waktu tunggu antara lima hingga 26 menit. Keterlambatan terjadi pada sejumlah layanan, di antaranya KA Joglosemarkerto, Taksaka, Argo Wilis, Argo Dwipangga, Matarmaja, Sancaka, Kertanegara, Gajahwong, Commuter Line Yogyakarta–Palur, serta KA Bandara.
Feni memastikan pemeriksaan pascagempa merupakan prosedur wajib yang diterapkan KAI setiap kali terjadi guncangan yang berpotensi memengaruhi kondisi prasarana perkeretaapian.
“Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur wajib untuk memastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi pada pukul 14.47 WIB. Episentrum berada sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga Sabtu sore, seluruh lintas kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta telah dinyatakan aman dan seluruh perjalanan kembali beroperasi secara normal.










