TVRINews, Jawa Timur
Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial tidak hanya mengubah kehidupan para siswa, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga mereka. Hal itu tergambar dari kesaksian para orang tua dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Jumat, 26 Juni 2026.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah saat Ita Fitriani, orang tua siswa Marsya Dwi Cahyani, tak mampu menahan haru ketika menceritakan perubahan putrinya di hadapan Gus Ipul.
Dengan mata berkaca-kaca, Ita mengaku bangga melihat Marsya yang kini tumbuh menjadi pribadi lebih percaya diri. Menurutnya, sang anak yang dulu dikenal pemalu kini berani tampil di depan umum.

"(Sekarang) sudah berani tampil, sudah baik pokoknya, dulu pemalu sekali, tertutup anaknya," ujar Ita, dikutip tvrinews.com dari laman kementerian sosial, Sabtu, 27 Juni 2026.
Marsya berasal dari keluarga sederhana di Kecamatan Semampir, Surabaya. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Kondisi ekonomi membuat Marsya sempat putus sekolah selama lebih dari satu tahun.
Namun melalui Sekolah Rakyat, Marsya kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan melanjutkan cita-citanya menjadi dokter.
"Saya terima kasih sekali sudah bisa sekolah di Sekolah Rakyat anaknya. Dulu kan sempat putus dia, satu tahun lebih. Ingin jadi dokter juga," ucap Ita.
Marsya pun mengaku merasakan banyak perubahan selama hampir dua semester mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia mengatakan kini lebih mandiri, disiplin, mampu mengatur waktu, serta lebih tertib menjalankan ibadah.
"Saya lebih disiplin, disiplin salat, terus bisa memanajemen waktu juga," ungkap Marsya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menilai perkembangan seperti yang dialami Marsya menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas hidup peserta didik.
Menurut Gus Ipul, setelah hampir 11 bulan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2025/2026, para siswa menunjukkan perubahan yang signifikan, mulai dari meningkatnya kedisiplinan, rasa percaya diri, semangat belajar hingga kondisi kesehatan yang semakin baik.
"Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan, proses pembelajarannya makin baik, anak-anak juga sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan juga bagus, kesehatannya juga makin bagus," kata Gus Ipul.
Open House SRMA 21 Surabaya digelar untuk memberikan kesempatan kepada orang tua, calon siswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah melihat langsung proses pendidikan serta perkembangan siswa melalui berbagai penampilan seni dan keterampilan yang dipersembahkan para peserta didik.










