TVRINews, Bandung
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong lulusan perguruan tinggi mengambil peran sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia berbasis sains dan teknologi. Pesan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menghadiri Sidang Terbuka Ketiga Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2025/2026, Jumat, 28 Agustus 2026 kemarin.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar setelah menyelesaikan pendidikan. Ijazah yang diterima bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan menjadi bekal untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ijazah yang akan kalian terima sesungguhnya adalah sebuah surat tugas. Tugas untuk pengabdian yang lebih besar, dari yang sudah Anda lalui di Institut Teknologi Bandung ini,” ujar Brian kutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurut Brian, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan ekonomi karena saat ini berada pada periode dengan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi. Namun, momentum tersebut tidak akan berlangsung selamanya.
Karena itu, kata dia Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengubah keunggulan demografi menjadi kekuatan ekonomi.
Brian menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia juga perlu bergeser dari ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah menuju ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengetahuan dan teknologi.
“Negara yang berhasil keluar dari keadaan seperti itu memiliki satu kesamaan, mereka mampu membangun mesin pertumbuhan berbasis teknologi. Science and technology based economy, ekonomi berbasis sains dan teknologi,” katanya.
Untuk mencapai hal tersebut, Brian menilai pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri harus membangun ekosistem yang saling terhubung.
Pemerintah memberikan arah dan keberanian mengambil risiko, perguruan tinggi serta lembaga riset menghasilkan pengetahuan dan teknologi, sementara industri memastikan inovasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
“Ketiganya harus bekerja sebagai satu ekosistem industri berbasis teknologi,” ujar Brian.
Brian juga meminta perguruan tinggi memperluas perannya dengan mendorong lahirnya industri berbasis pengetahuan mendalam atau deep tech industry. Ia menyebut pengembangan deep tech dapat dilakukan di berbagai bidang, mulai dari semikonduktor, material, air, bioteknologi, biomanufaktur, genom, hingga arsitektur dan perencanaan kota.
“Tugas perguruan tinggi tidak berhenti hanya meluluskan sarjana saja, tetapi tugas kita juga melahirkan industri berbasis pengetahuan yang dalam, atau kita sebut sekarang sebagai deep tech industry,” tuturnya.
Khusus kepada para wisudawan, Brian menitipkan empat nilai yang dinilai penting dalam perjalanan mereka, yakni grit, persistence, perseverance, dan humility.
Ia juga berpesan agar lulusan tidak takut melangkah jauh untuk belajar dan membangun karya berkelas dunia. Namun, ilmu, jejaring, teknologi, dan peluang yang diperoleh diharapkan kembali dimanfaatkan untuk Indonesia.
“Jangan pernah lelah mengejar cita-cita Anda. Jangan pernah berhenti mengejar apa yang Anda inginkan,” tukas Brian.










