TVRINews, Maluku
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Maluku pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 15.08.45 WIB.
Berdasarkan parameter awal BMKG, gempa tersebut memiliki kedalaman 12 kilometer dengan episenter berada pada koordinat 0,67 derajat Lintang Selatan dan 126,75 derajat Bujur Timur.
Episenter gempa berada di laut, sekitar 83 kilometer barat daya Labuha, Maluku Utara, atau 142 kilometer barat laut Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam pemutakhiran parameter, BMKG mencatat magnitudo gempa menjadi 4,9 dengan kedalaman 14 kilometer. Episenter berada pada koordinat 0,62 derajat Lintang Selatan dan 126,75 derajat Bujur Timur, sekitar 83 kilometer barat laut Labuha, Maluku Utara.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kasiruta Barat, Mandioli Utara, dan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.
Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk berlalu.
Hingga pukul 15.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terdapat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.
BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.










