TVRINews, Jakarta
Danantara Indonesia menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat fondasi serta kapasitas bisnis perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah penguatan dan penataan struktural ini diambil sebagai upaya strategis guna memastikan sektor perbankan negara mampu menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keuangan nasional sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.
Melalui transformasi manajemen modal, optimalisasi teknologi, dan penajaman portofolio bisnis di bawah naungan Danantara Indonesia, bank-bank BUMN diharapkan dapat tampil lebih adaptif, efisien, dan memiliki daya saing regional maupun global untuk mendukung pembiayaan sektor produktif nasional.
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penataan dan penguatan kelembagaan bank-bank BUMN kini telah menjadi prioritas utama dalam roadmap institusinya.
"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat," kata Dony dalam keterangannya, Minggu 12 Juli 2026.
Menurut pandangan Dony, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang dinamis, industri perbankan negara saat ini dituntut untuk tampil lebih adaptif, efisien, serta memiliki daya saing yang tinggi, baik di kancah regional maupun global.
"Bank-bank BUMN memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menjadi motor pembiayaan bagi sektor-sektor produktif," tuturnya.
Dony menambahkan bahwa penguatan fondasi ini akan direalisasikan melalui berbagai transformasi strategis jangka panjang. Hal tersebut meliputi optimalisasi alokasi modal, peningkatan efisiensi operasional berbasis integrasi teknologi mutakhir, hingga penajaman fokus bisnis pada masing-masing bank BUMN agar tidak terjadi tumpang tindih pasar atau market overlapping.
"Kekuatan fundamental perbankan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Doni.
Melalui skema konsolidasi dan koordinasi yang lebih erat di bawah naungan Danantara, bank-bank BUMN diharapkan dapat memperluas penetrasi pembiayaan ke berbagai sektor penopang utama ekonomi nasional. Sektor-sektor tersebut di antaranya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), proyek hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur strategis, hingga pendanaan transisi energi hijau.
Langkah akselerasi ini juga ditargetkan mampu meningkatkan profitabilitas dan kontribusi dividen bank BUMN kepada kas negara secara signifikan, yang pada akhirnya akan dikembalikan dalam bentuk program kesejahteraan bagi masyarakat luas.










