TVRINews, Mataram
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Menurut Gus Ipul, kehadiran Sekolah Rakyat telah membangkitkan kembali harapan dan kepercayaan diri anak-anak yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan.
"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya,"ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul mempertemukan calon peserta didik dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun sejak program perintis dimulai pada Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Pemerintah secara aktif menjangkau anak-anak yang berasal dari keluarga miskin berdasarkan data resmi yang dimiliki negara.
"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan,"lanjutnya.
Gus Ipul mengatakan, program ini diperuntukkan bagi keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, setelah satu tahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, para siswa menunjukkan perubahan yang signifikan, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri hingga keberanian untuk kembali mengejar cita-cita.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Novatul Alratia (14), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Gus Ipul menyebut Novatul yang sebelumnya dikenal pemalu kini berhasil meraih prestasi sebagai juara pertama pencak silat tingkat nasional.

"Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional,"ucapnya.
Novatul mengaku bercita-cita menjadi polisi wanita dan menyebut Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran favoritnya.
Ibunda Novatul juga mengungkapkan perubahan positif yang dialami putrinya sejak bersekolah di Sekolah Rakyat.
"Alhamdulillah perkembangan anak saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang dia lebih disiplin, rajin membantu di rumah, dan lebih percaya diri,"ungka Novatul.
Ia menuturkan kondisi ekonomi keluarganya sempat memburuk setelah usaha yang dijalankan terdampak pandemi Covid-19, sehingga Novatul pernah kehilangan rasa percaya diri saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kisah serupa disampaikan Haikal Abdul Majid (14), siswa SRMP 18 Lombok Barat yang bercita-cita menjadi psikolog. Haikal, yang kini tinggal bersama bibinya karena kondisi keluarganya, mengaku senang dapat belajar di Sekolah Rakyat.
"Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini,"kata Haikal.
Bibi Haikal mengaku melihat perubahan besar pada keponakannya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Perkembangannya luar biasa, terutama kedisiplinan dan kepercayaan dirinya. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, sekarang sudah berani tampil dan bahkan menjadi imam di sekolah,"ungkap Bibi.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga memotivasi calon siswa agar berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Salah satunya M. Faturrahman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat asal Kecamatan Gerung, yang bercita-cita menjadi pilot.
"Kenapa ingin jadi pilot?" tanya Gus Ipul.
"Biar bisa mengumrahkan ibu," jawab Fatur yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Ibunda Fatur mengaku bersyukur atas hadirnya Sekolah Rakyat karena keterbatasan ekonomi selama ini membuat keluarganya kesulitan memberikan pendidikan yang layak bagi sang anak.
"Harapan saya dia bisa menjadi anak yang sukses. Saya berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena melalui Sekolah Rakyat anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan mencapai cita-citanya,"lanjut.
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan wujud perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama selama 24 jam.
Ia juga mengingatkan seluruh siswa untuk tetap menghormati orang tua dan guru, apa pun kondisi ekonomi keluarganya, serta berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang berkarakter, terampil, dan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
"Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan,"tandasnya.










