TVRINews, Banjarbaru
Lanud Sjamsudin Noor bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersinergi menyiapkan proyek pengembangan kawasan pertanian terpadu sebagai langkah konkret memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Proyek strategis lintas instansi ini direncanakan memanfaatkan lahan aset TNI Angkatan Udara di Air Weapon Range (AWR) Dwi Harmono Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, guna menciptakan ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan melalui integrasi sektor militer dan dunia akademik.
Melalui koordinasi awal dan survei lapangan komprehensif, kedua pihak menjajaki potensi budidaya tanaman sorgum yang dipadukan dengan penanaman pohon kelapa sebagai pagar hidup, yang diharapkan dapat mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi sentra pangan baru yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Kunjungan strategis lintas instansi tersebut dilaksanakan dalam rangka koordinasi awal sekaligus survei lapangan bersama untuk meninjau potensi pemanfaatan lahan aset TNI Angkatan Udara.
Lahan tersebut direncanakan akan ditransformasikan menjadi kawasan pertanian terpadu melalui budidaya tanaman sorgum yang dipadukan dengan penanaman pohon kelapa sebagai pagar hidup guna menciptakan sistem pertanian produktif, efisien, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Dalam pelaksanaan survei tersebut, Danlanud Sam bersama Rektor ULM mengamati secara langsung kondisi riil di lapangan guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai karakteristik wilayah, tingkat kesesuaian tanah, serta potensi pengembangan komoditas pertanian. Survei ini menjadi bagian penting dalam penyusunan konsep pengelolaan kawasan agar pemanfaatan lahan aset negara dapat berjalan secara tepat guna.

Dalam Kunjungan resmi yang berlangsung di kawasan AWR Dwi Harmono Maluka Baulin tersebut, Danlanud Sam menyampaikan bahwa optimalisasi lahan aset TNI AU merupakan wujud kontribusi nyata dan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Pemilihan kedua komoditas tersebut didasarkan pada kemampuannya beradaptasi dengan kondisi lahan, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta prospek pengembangan yang baik sebagai sumber pangan, pakan, dan produk turunan lainnya, sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian,” ujar Danlanud dalam keterangan yang diterima, Minggu 12 Juli 2026.
Sementara itu, Rektor ULM menilai kawasan AWR Dwi Harmono Maluka Baulin memiliki prospek yang sangat cerah untuk dikembangkan menjadi sentra pertanian terpadu baru.
Menurutnya, kondisi lahan yang tersedia sangat potensial untuk mendukung pengembangan tanaman sorgum dan kelapa jika dikelola dengan perencanaan matang, didukung penerapan teknologi pertanian tepat guna, serta metode pengelolaan yang berkelanjutan dengan pendekatan akademik ilmiah.
Kegiatan koordinasi dan peninjauan langsung ini menjadi tahapan awal dalam penyusunan rencana induk pengembangan kawasan pertanian terpadu di lahan milik TNI Angkatan Udara. Melalui identifikasi karakteristik lahan dan kesesuaian komoditas, kawasan ini diproyeksikan mampu mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Maju.










