TVRINews, Solok
Perubahan besar dialami oleh Zaahira Ramadhani (13), seorang remaja yang kini menimba ilmu di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok.
Sebelum menempuh pendidikan di sekolah tersebut, Zaahira tumbuh dalam keterbatasan ekonomi dan mendiami rumah berdinding kayu bekas berukuran 5x3 meter di Koto Gaek bersama ibu, ayah tiri, serta tujuh saudara kandung dan tirinya.
Kondisi rumah yang sempit dan minim privasi sempat membuatnya sulit berkonsentrasi dalam keseharian. Kendati demikian, ia tidak pernah mengeluh dan tetap berusaha menjalani kehidupannya dengan tenang hingga akhirnya berkesempatan masuk ke SRMP 5 Solok.
Setelah tinggal di asrama sekolah, Zaahira merasakan perubahan signifikan dalam kehidupan spiritual dan pola belajarnya. Suasana asrama yang kondusif membantunya lebih fokus dan mendekatkan diri pada aktivitas keagamaan.
“Dulu jarang sholat. Sekarang sholat lima waktu terjaga,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa lingkungan asrama memberikan ketenangan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.
“Di sini ada zikir, baca Al-Qur’an tiap hari, puasa juga, lebih tenang rasanya," ucapnya.
Lingkungan yang mendukung di SRMP 5 Solok turut menumbuhkan minat belajar dan kegemaran membaca pada diri Zaahira. Sejak menetap di asrama, ia mulai bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses demi mengangkat perekonomian keluarganya kelak.
“Doain orang tua dan keluarga. Rezekinya dilancarkan, supaya hidup lebih layak,” tuturnya.
Ia berharap dapat melanjutkan pendidikannya di Sekolah Rakyat hingga jenjang SMA, atau menembus sekolah favorit melalui jalur prestasi. Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai di Sekolah Rakyat terbukti memberikan ruang dan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.










