TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan menggunakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka, terutama ketika wilayahnya terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap Karhutla. Namun, menurutnya, masih ditemukan masyarakat yang lalai menggunakan masker.
"Betapa pentingnya penggunaan masker pada saat di ruang terbuka," kata Agus kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam Media Briefing Kemenkes, Rabu, 26 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Agus juga menyoroti masih adanya masyarakat yang belum memahami cara menggunakan masker dengan benar. Ia menyebut, sebagian masyarakat bahkan hanya menutup bagian mulut dan tidak menutupi hidung.
"Kalau pun ada yang menggunakan masker juga kadang-kadang bukan hidungnya yang dipasang, malah mulutnya," ucapnya.
Selain edukasi, Kemenkes juga memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan di wilayah terdampak Karhutla. Saat ini terdapat enam provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Sekitar 3,4 juta penduduk terdampak Karhutla di wilayah tersebut. Kemenkes juga mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah daerah.
Di Kalimantan Barat, misalnya, tercatat 165.747 kasus ISPA sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Agustus 2026. Sementara di Kalimantan Tengah, terdapat sekitar 3.000 kasus ISPA pada periode 10-16 Agustus, dengan 41 pasien menjalani rawat inap.
Kemenkes turut mengerahkan 321 tenaga kesehatan cadangan untuk memperkuat layanan di rumah sakit dan Puskesmas wilayah terdampak. Bantuan logistik berupa masker, oksigen konsentrator, oksigen tabung, alat pelindung diri, serta kebutuhan kesehatan lainnya juga didistribusikan sesuai kebutuhan daerah.
Kemenkes juga menyiapkan rumah atau kamar oksigen, yakni ruangan kedap asap yang dilengkapi oksigen konsentrator dan alat pemurni udara untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap Karhutla.
Selain masyarakat, layanan kesehatan juga diberikan kepada petugas pemadam kebakaran yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutla. Tenaga kesehatan dikerahkan ke lokasi untuk mengantisipasi kelelahan maupun gangguan kesehatan yang dapat dialami petugas selama menjalankan tugas.










