TVRINews – Jakarta
Pemerintah Percepat Penanganan Darurat Gempa M7,7 di Tujuh Kabupaten Nusa Tenggara Timur.
Otoritas penanggulangan bencana nasional melaporkan pemutakhiran data dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang memporak-porandakan wilayah Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data resmi per Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 105 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak.
Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan besar ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan yang masif di wilayah kepulauan tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 1.678 warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan darurat maupun rumah sakit rujukan setempat.
Dampak kerusakan infrastruktur fisik terpantau sangat signifikan. Sebanyak 81.436 unit rumah penduduk dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan, mulai dari rusak ringan hingga roboh total.
Selain hunian warga, gelombang guncangan kuat tersebut turut meluluhlantakkan fasilitas umum, mencakup 2.756 fasilitas pendidikan, 118 fasilitas kesehatan, 495 rumah ibadah, serta 500 bangunan perkantoran pemerintah di tujuh wilayah administrasi terdampak.
Besarnya skala kerusakan memaksa gelombang perpindahan penduduk secara besar-besaran. Hingga laporan ini diturunkan, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman tercatat mencapai 179.037 jiwa. Para pengungsi tersebar di sejumlah titik posko pengungsian mandiri maupun terpadu yang disediakan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dalam keterangan dilaman Resmi BNPB, tim tanggap darurat menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah percepatan evakuasi korban yang masih mungkin terjebak, distribusi logistik pangan, penyediaan air bersih, serta pendirian posko kesehatan darurat.
Medan geografis yang cukup menantang serta luasnya sebaran wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas dalam menjangkau seluruh titik pengungsian secara merata.
Pemerintah pusat bersama unsur daerah terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektoral guna memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi dengan baik selama masa tanggap darurat berlangsung, sembari mematangkan rencana pemulihan jangka panjang bagi wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.










