TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan tambahan tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di tujuh kabupaten terdampak gempa bumi di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, mengatakan sebanyak 207 relawan kesehatan telah diberangkatkan ke tujuh kabupaten terdampak. Selain itu, terdapat tambahan 78 tenaga kesehatan yang akan bergabung di lokasi. Dengan tambahan tersebut, total terdapat 285 tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk memperkuat pelayanan di wilayah terdampak.
"Senin kita sudah memberangkatkan 207, yang mana 122 orangnya berangkat dari Jakarta menuju ke tujuh kabupaten ini. Kemudian ada ditambah sekarang 78 dan akan bergabung di lokasi yang tujuh tempat ini," ujar Agus kepada wartawan termasuk TVRINews.com dalam Media Briefing Kemenkes, Rabu, 26 Agustus 2026.
Agus mengatakan, tenaga kesehatan tambahan tersebut akan membantu pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit selama 14 hari ke depan. Mereka akan bergabung dengan tenaga medis yang sebelumnya sudah berada di lokasi.
"Sehingga dengan demikian untuk 14 hari ke depan kita mampu menangani masalah kesehatan baik di Puskesmas maupun rumah sakit sehingga bergabung dengan tenaga medis setempat," ucapnya.
*105 Orang Meninggal Akibat Gempa*
Berdasarkan data Kemenkes hingga Rabu pagi 26 Agustus 2026, gempa bumi yang mengguncang Kepulauan Flores berdampak terhadap masyarakat di tujuh kabupaten.
Tercatat 105 orang meninggal dunia, sementara 1.287 orang mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan. Adapun korban luka berat yang menjalani rawat inap mencapai 385 orang.
Jumlah masyarakat yang mengungsi tercatat lebih dari 185 ribu orang, dengan 444 titik pengungsian tersebar di wilayah terdampak. Sementara itu, total masyarakat terdampak gempa di tujuh kabupaten tersebut mencapai sekitar 1,9 juta orang.
Kemenkes juga mencatat 9.668 kasus ISPA sebagai penyakit yang paling banyak ditemukan di tujuh kabupaten terdampak. Selain itu, terdapat 35 kasus gigitan hewan rabies di Kabupaten Nagekeo yang seluruhnya telah mendapatkan vaksinasi.










