TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase krusial bonus demografi yang hanya memiliki waktu sekitar 5–10 tahun untuk dimaksimalkan sebelum memasuki era penuaan penduduk (aging population).
Dalam peluncuran The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission di Jakarta Selatan, Budi menyebut keberhasilan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045 sangat ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan periode tersebut.
“Indonesia masih muda, dan kita hanya punya 5 sampai 10 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi ini. Kalau kita gagal, kita akan kesulitan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube kemenkes, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setelah periode bonus demografi berakhir, struktur penduduk akan didominasi kelompok usia tua yang cenderung tidak produktif, sehingga menurunkan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
“Setelah itu, populasi menua. Dan negara yang sudah masuk fase itu akan jauh lebih sulit untuk menjadi negara berpendapatan tinggi,”jelasnya.
Budi juga menekankan bahwa peluang Indonesia mencapai target Gross National Income (GNI) per kapita di atas 14.000 dolar AS hanya dapat dicapai jika penduduk usia produktif saat ini benar-benar sehat dan memiliki kapasitas ekonomi yang kuat.
“Kalau kita tidak memanfaatkan 5–10 tahun ini, kita akan kehilangan kesempatan terbesar dalam sejarah kita,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kerangka besar transformasi sistem kesehatan nasional yang juga dibahas dalam komisi ilmiah The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission, yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia menuju 2045.










