TVRINews – Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Kolaborasi TNI dan warga percepat konektivitas akses vital di Desa Kunyi untuk dukung mobilitas ekonomi lokal.
Progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Tondok Bakaru, Desa Kunyi, kini telah mencapai tahap krusial dengan tingkat penyelesaian sebesar 80 persen. Infrastruktur sepanjang sembilan meter ini diproyeksikan menjadi penghubung vital bagi masyarakat setempat yang selama ini terkendala akses saat musim hujan.
Penggunaan struktur jenis Armco dipilih untuk memastikan ketahanan jembatan di medan tersebut. Saat ini, fokus pengerjaan beralih pada perakitan rangka besi lantai sebagai persiapan akhir sebelum proses pengecoran beton dilakukan.
Komandan Koramil 1402-01/Polewali, Kapten Inf Ahmad Yani, yang memimpin pengawasan di lapangan, menyebutkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinkronisasi yang baik antara perencanaan teknis dan dukungan cuaca.
"Kami telah berhasil memasang dua panel utama struktur Armco dengan presisi. Kini, tim gabungan TNI dan warga tengah memfinalisasi kerangka lantai. Sinergi di lapangan adalah kunci percepatan proyek ini," ujar Kapten Ahmad Yani, Senin 22 Juni 2026.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program strategis kewilayahan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui budaya gotong royong. Bagi warga Desa Kunyi, keberadaan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi jangka panjang atas hambatan akses yang kerap melumpuhkan mobilitas warga.
Kepala Desa Kunyi, Anri, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi mengingat jembatan ini merupakan kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan untuk menunjang sektor pendidikan dan kesehatan.
"Melihat strukturnya yang mulai berdiri kokoh, warga merasa optimis. Ini akan mengubah aksesibilitas desa kami secara signifikan, terutama dalam mendukung arus logistik ekonomi dan pelayanan publik," tutur Anri.
Sebagai infrastruktur strategis dengan lebar empat meter, Jembatan Perintis Garuda dirancang untuk tahan terhadap kenaikan debit sungai yang sering terjadi di wilayah tersebut. Proyek ini dipandang sebagai model keberhasilan kolaborasi antara elemen pertahanan kewilayahan dan masyarakat sipil dalam akselerasi pembangunan infrastruktur pedesaan.
Berdasarakan keterangan laman resmi TNI, Hingga saat ini, proses pengerjaan terus berlangsung secara simultan dengan target penyelesaian segera, agar manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh warga Dusun Tondok Bakaru dan kawasan sekitarnya.










