TVRINews, Jakarta
Pemerintah menegaskan arah besar transformasi sistem kesehatan Indonesia berbasis teknologi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), perluasan diagnostik di layanan primer, serta integrasi data kesehatan nasional untuk mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi penanganan penyakit.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa digitalisasi kesehatan menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat sistem layanan, terutama dalam deteksi dini penyakit dan efisiensi pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Ke depan kita akan banyak menggunakan AI untuk membantu diagnosis, membaca hasil X-ray, CT scan, sampai membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Selain AI, pemerintah juga memperluas penggunaan alat diagnostik di fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas, termasuk ultrasound, EKG, X-ray, hingga PCR mini untuk mempercepat pemeriksaan berbagai penyakit menular maupun tidak menular.
Puskesmas diperkuat sebagai garda depan
Dalam strategi tersebut, puskesmas ditempatkan sebagai garda depan transformasi layanan kesehatan nasional. Pemerintah menargetkan penguatan sekitar 10.000 puskesmas dengan perangkat diagnostik modern agar layanan tidak lagi terpusat di rumah sakit besar.
“Kalau puskesmas kuat, kita bisa deteksi lebih cepat, cegah komplikasi, dan menurunkan angka kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa ditangani lebih awal,”tambahnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan primer ini juga akan didukung dengan integrasi data kesehatan nasional, sehingga setiap pasien memiliki rekam medis digital yang dapat diakses lintas fasilitas kesehatan.
Menuju sistem kesehatan berbasis data
Transformasi ini juga diarahkan untuk menciptakan sistem kesehatan berbasis data (data-driven health system), di mana seluruh informasi pasien, hasil pemeriksaan, hingga riwayat penyakit dapat dianalisis untuk mendukung kebijakan kesehatan nasional.
Pemerintah berharap, kombinasi teknologi AI, pemerataan alat diagnostik, dan penguatan layanan puskesmas dapat mempercepat pencapaian target kesehatan Indonesia menuju 2045, termasuk peningkatan kualitas hidup dan harapan hidup masyarakat.










