TVRINews – Sorong
Kapal nelayan yang mati mesin di perairan Papua Barat Daya berhasil dievakuasi di tengah gelombang tinggi.
Tim Search and Rescue (SAR) dari Kapal Tunda (TD) Umsini, di bawah komando Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong, berhasil mengevakuasi sebuah kapal kayu nelayan yang mengalami mati mesin di perairan utara Pulau Jefman, Papua Barat Daya, Minggu 21 Juni 2026.
Operasi penyelamatan dilakukan setelah otoritas TNI AL menerima laporan darurat mengenai kapal pancing yang kehilangan tenaga penggerak di tengah laut. Merespons panggilan tersebut, TD Umsini segera dikerahkan menuju koordinat lokasi pada pukul 12.25 WIT.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.00 WIT, tim penyelamat mendapati kapal nelayan tersebut dalam kondisi kritis, terombang-ambing akibat hantaman gelombang tinggi. Proses evakuasi berlangsung menantang karena arus laut yang cukup kuat, yang membuat kapal tunda tersebut sulit untuk melakukan perapatan langsung guna menghindari risiko benturan antar lambung kapal.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, kru TD Umsini menggunakan metode penarikan (towing) dengan mengirimkan tali pengikat melalui kapal kecil. Setelah sambungan berhasil diamankan, kapal nelayan beserta seluruh awaknya ditarik menuju area perairan yang lebih tenang dan akhirnya sandar dengan selamat di Dermaga Marina Sorong.
Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., memberikan apresiasi tinggi terhadap kecepatan respons personelnya di lapangan. Menurutnya, kesiapsiagaan unit operasional merupakan prioritas dalam menghadapi situasi darurat di wilayah kerja Kodaeral XIV.
"TNI Angkatan Laut berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjaga kedaulatan dan keamanan maritim, tetapi juga hadir secara nyata untuk memberikan bantuan kemanusiaan serta meringankan kesulitan masyarakat," ujar Laksamana Muda Djatmoko dalam keterangan resmi TNI yang dikutip Senin 22 Juni 2926.
Langkah taktis yang diambil oleh jajaran Kodaeral XIV Sorong ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peran aktif TNI AL dalam misi sosial untuk memastikan keselamatan masyarakat di laut.
Seluruh awak kapal nelayan dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera dalam insiden tersebut. Operasi ini kembali menegaskan pentingnya kehadiran unsur-unsur TNI AL sebagai garda terdepan dalam merespons insiden maritim di wilayah perairan Indonesia Timur.










