TVRINews, Jakarta
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkuat upaya penertiban parkir liar melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan komunitas ojek online (ojol), operator aplikasi, serta pengelola gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya jangka panjang untuk menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus mengakomodasi kebutuhan operasional para pengemudi ojol di lapangan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan penyediaan area parkir khusus bagi ojol menjadi salah satu fokus yang segera ditindaklanjuti. Ia menegaskan, persoalan parkir liar tidak cukup diselesaikan hanya dengan penegakan aturan, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.
Karena itu, Dishub DKI akan mempertemukan komunitas ojol, operator aplikasi, dan pengelola gedung untuk membahas implementasi penyediaan ruang parkir yang lebih tertib di kawasan perkantoran maupun pusat perbelanjaan.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ke depan akan kami koordinasikan dengan komunitas, operator, dan pengelola gedung agar ada solusi yang bisa diwujudkan untuk Jakarta yang lebih baik,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews, dikutip, Senin, 22 Juni 2026.
Sementara itu, perwakilan komunitas ojol dari Lintas Gajah Mada (LGM), Irfan, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyebut keterbatasan fasilitas parkir menjadi salah satu alasan pengemudi kerap berhenti di depan gedung.
Selain itu, ia menyoroti pendapatan bersih pengemudi dari layanan pengantaran yang relatif kecil, sehingga biaya parkir tambahan sering menjadi beban.
“Tarif pengantaran makanan bisa sekitar Rp10.000 sampai Rp16.000, tetapi pendapatan bersih driver hanya sekitar Rp5.000. Jika harus membayar parkir Rp2.000, sisanya sangat kecil,”jelasnya.
Menurut Irfan, para pengemudi pada prinsipnya mendukung penertiban selama dilakukan secara humanis dan dibarengi dengan penyediaan fasilitas yang layak. Ia juga berharap koordinasi dengan pengelola gedung dapat segera menghasilkan solusi konkret berupa area parkir khusus ojol.
Perwakilan komunitas Go-Graber Indonesia, Bang Maung, juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah. Ia menegaskan komunitas ojol siap mematuhi aturan yang berlaku serta mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian persoalan di lapangan.
Ia menambahkan, pihaknya terus mengimbau para pengemudi untuk menjaga etika dan tetap menghormati regulasi yang ada.










