TVRINews, Trenggalek
Novita Hardini dukung penuh delegasi kesenian Turonggo Yakso sebagai sarana diplomasi budaya sekaligus pemacu pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Kabupaten Trenggalek akan membawa kesenian khas Mataraman ke panggung internasional melalui ajang pariwisata dunia yang digelar di Korea Selatan pada September hingga Oktober 2026. Penampilan tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini.
Dalam ajang yang diikuti peserta dari lebih dari 200 negara itu, Trenggalek dipercaya menjadi bagian dari delegasi budaya Indonesia. Kesenian Turonggo Yakso bersama sejumlah unsur budaya khas kawasan Mataraman dan Ponorogo akan ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.
Novita Hardini mengatakan, keterlibatan Trenggalek dalam forum internasional tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas promosi budaya daerah sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.
"Ini adalah kesempatan emas bagi Trenggalek dan kawasan Mataraman untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Turonggo Yakso bukan hanya seni pertunjukan, tetapi identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat yang harus kita perkenalkan secara lebih luas," ujar Novita Hardini dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, partisipasi dalam ajang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Ia berharap kehadiran Trenggalek di panggung internasional mampu meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Indonesia.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Novita menilai promosi budaya harus dilakukan secara konsisten agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
"Budaya tidak boleh hanya menjadi tontonan. Budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan pariwisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami terus mendorong agar potensi-potensi daerah seperti Trenggalek mendapatkan ruang tampil di level dunia," tegasnya.
Selain Turonggo Yakso, berbagai unsur budaya khas Mataraman juga akan diperkenalkan sebagai representasi kekayaan budaya Jawa Timur yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kreativitas masyarakat lokal.
Novita menegaskan, keikutsertaan Trenggalek dalam agenda internasional tersebut bukan hanya untuk memperkenalkan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
"Ini bukan hanya tentang Trenggalek, tetapi tentang bagaimana budaya Indonesia berdiri sejajar dengan budaya bangsa-bangsa lain di dunia. Kita ingin dunia mengenal Indonesia melalui karya, tradisi, dan kearifan lokal yang kita miliki," pungkasnya.
Partisipasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, serta mengangkat nama Trenggalek dan budaya Indonesia di mata dunia.










