Penulis: Thalia. S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah hampir selesai dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Juli mendatang. Pemerintah menilai sinergi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran masa transisi menuju operasional penuh program tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, proses perpindahan dari sekolah rintisan ke sekolah permanen membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar.
"Masing-masing ada yang masih tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi yang akan menggunakan gedung permanen. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang baik agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik,"kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut data Kemensos, pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen saat ini telah mencapai progres 78,75 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 lokasi telah selesai dibangun, sementara 24 lokasi lainnya sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menargetkan sebanyak 178 Sekolah Rakyat beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan yang telah berjalan sejak 2025, serta delapan sekolah rintisan baru pada 2026.
Program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 48.975 calon siswa telah terdata, melampaui target awal sebanyak 32.640 siswa. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga rentan, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kelompok desil terbawah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya gedung sekolah, tetapi juga kesiapan sistem pendukung yang menyertainya.
"Gedung selesai bukan berarti sekolah siap. Bagaimana memindahkan siswa, menerima siswa baru, dan memastikan dukungan di tahap awal itu yang menentukan," tegasnya.
Ia menambahkan, perubahan positif mulai terlihat pada anak-anak yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat. Selain memperoleh akses pendidikan, mereka juga menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.
"Yang kita lihat bukan hanya capaian akademik, tapi perubahan anak-anak ini. Mereka sekarang jauh lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan punya harapan terhadap masa depan,"lanjutnya.
Untuk mendukung operasional sekolah, Kemensos meminta pemerintah daerah berperan aktif dalam penetapan siswa, pembentukan tim transisi, penyediaan tenaga pendidik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
"Bisa jadi di tempat yang baru kita masih mengalami kekurangan tenaga kependidikan. Maka itu kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara untuk tahap awal ini,"ucapnya.
Sejumlah pemerintah daerah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut. Perwakilan Kabupaten Boalemo, Syafrudin Kadir Lamusu, mengatakan pihaknya akan mempercepat pembangunan fisik sekolah serta memperluas sosialisasi guna menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria.
"Kami akan menindaklanjuti percepatan pembangunan gedung fisik serta mendorong adanya sosialisasi dan penyerapan siswa-siswi yang sesuai kriteria,"ungkap Syafrudin.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan akan mempercepat proses transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen melalui penerbitan surat keputusan (SK) transisi.
Pemerintah juga telah menyusun tujuh langkah percepatan menuju pembukaan tahun ajaran baru pada 14 Juli 2026, mulai dari penetapan peserta didik, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mobilisasi guru dan siswa.
"Tujuh langkah ini sudah terkunci dalam jadwal. Yang bisa kita kendalikan adalah kecepatan respon pemda di setiap tahap,"tuturnya.
Selain aspek pendidikan, Kemensos menekankan pentingnya dukungan layanan kesehatan, pendampingan psikologis, bantuan sosial, serta jaminan keamanan lingkungan sekolah untuk memastikan peserta didik dapat belajar dengan optimal.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga miskin dan rentan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan.










