TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan komitmennya menghadirkan program perumahan yang transparan dan berpihak pada rakyat melalui inovasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau "Tender Rakyat".
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan simulasi PTT yang digelar di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, bersamaan dengan peninjauan usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026, Selasa, 5 Mei 2026.
Maruarar menyebut mekanisme PTT menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan program BSPS berjalan lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

"Melalui mekanisme PTT, Kelompok Penerima Bantuan (KPB) memiliki kewenangan langsung untuk memilih penyedia bahan bangunan dengan harga dan kualitas terbaik. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menegaskan, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga membangun sistem tata kelola program yang bersih dan adil.
Menurutnya, program BSPS harus mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara langsung.
"Program BSPS bukan sekadar memperbaiki rumah tidak layak huni, tetapi juga membangun tata kelola yang transparan serta memberdayakan masyarakat agar terlibat langsung," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian PKP juga melakukan verifikasi terhadap usulan calon penerima BSPS Tahun 2026 guna memastikan program tepat sasaran.
Melalui kombinasi inovasi PTT dan penguatan proses verifikasi, pemerintah optimistis program BSPS ke depan akan semakin efektif, akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.










