TVRINews, Depok
Sejumlah murid di Depok dan Kabupaten Bogor mengaku mendapatkan pengalaman positif setelah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua. Selain menjadi sarana mengukur kemampuan akademik, asesmen tersebut dinilai membantu murid mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pengalaman tersebut disampaikan para murid saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengunjungi SMK Al Hasra Depok dan SMA Madania Kabupaten Bogor, Selasa, 3 November 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog dengan sejumlah murid yang telah menyelesaikan TKA. Ia menyebut pelaksanaan asesmen secara umum berjalan lancar dan murid dapat mengerjakan soal dengan baik.
“Hari ini saya kembali mengunjungi murid-murid yang baru saja menyelesaikan TKA. Secara keseluruhan penyelenggaraan TKA berjalan lancar, anak-anak dapat mengerjakan dengan baik dan merasa TKA tidak semenakutkan yang mereka pikir. Saya berharap kelancaran TKA ini juga dirasakan di berbagai tempat dan secara nasional terus bergulir dengan baik,”ujar Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 4 November 2026.
Fajar mengatakan, dialog dengan para murid juga menghasilkan sejumlah masukan terkait pelaksanaan TKA. Masukan tersebut meliputi bentuk soal, ukuran huruf pada layar, kualitas gambar, hingga metode belajar kelompok untuk mempersiapkan asesmen.
“Setelah para murid mengerjakan TKA, kami mendapatkan beberapa usulan mulai dari bentuk soal, ukuran font di tampilan layar, kualitas gambar yang perlu dimoderasi, dan bagaimana mereka dapat bekerja secara kelompok guna mempersiapkan TKA. Puji syukur TKA membuat mereka antusias belajar dan mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya secara lebih matang,”tandasnya.
Salah satu peserta, Annisa Amalia Munandar, murid jurusan Akuntansi Keuangan dan Lembaga SMK Al Hasra Depok, menilai soal-soal TKA sesuai dengan materi yang telah dipelajari di sekolah. Ia juga merasa terbantu dengan pendalaman materi dan latihan literasi serta numerasi yang difasilitasi sekolah.
“Sebelum TKA saya bersama teman-teman di sini sudah melakukan pendalaman materi dan latihan literasi numerasi yang telah difasilitasi sekolah. Dua hari ini cukup lancar mengerjakannya dan sangat optimis untuk hasil TKA, sebagai persiapan untuk kuliah jurusan Akuntansi di Institut Pertanian Bogor,”ungkap Annisa.
Sementara itu, Kenzie Ahmad Rafiansyah, murid SMA Madania, menyebut TKA menjadi pengalaman berharga untuk mengenali kemampuan diri dan mempersiapkan rencana pendidikan selanjutnya. Ia bercita-cita melanjutkan studi ke Melbourne, Australia.
Menurut Kenzie, soal-soal TKA juga melatih kemampuan berpikir kritis dan ketelitian dalam memahami pertanyaan.
“TKA Bahasa Inggris tadi puji syukur bisa dikerjakan dengan baik. Seiring dengan belajar yang giat, ternyata soal-soal yang disuguhkan sesungguhnya dapat dikerjakan dengan baik dan tenang,” kata Kenzie.
Pengalaman serupa dirasakan Rachma Aulia Khoirunnisa, murid SMK Al Hasra Depok. Meski menjalani praktik kerja lapangan (PKL) selama dua bulan terakhir, ia tetap dapat mempersiapkan diri menghadapi TKA berkat dukungan sekolah melalui Sistem Informasi Digital Sekolah (Sidigs).
Rachma menilai TKA menjadi kesempatan untuk mengetahui kemampuan literasi dan numerasinya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pendidikan tinggi. Ia berencana melanjutkan studi ke Universitas Padjadjaran.
“Dengan TKA ini tentunya menjadi pengalaman baru mengerjakan soal-soal dengan tingkat pemahaman yang tinggi. Hasil TKA juga menjadi gambaran bagaimana literasi dan numerasi saya, sekaligus bekal persiapan lebih matang ke perguruan tinggi,”ungkap Rachma.
Adapun Himalaya Tsamara, murid SMA Madania, mengaku pengalaman mengerjakan TKA tidak sesulit gambaran yang berkembang di media sosial. Menurutnya, latihan soal yang dilakukan sebelumnya membantu dirinya menghadapi pertanyaan dengan lebih percaya diri.
“Terdapat beberapa soal yang mencoba menjebak kami dalam menjawabnya. Namun dengan latihan soal yang sudah sering dilakukan, saya dapat mengerjakannya dengan percaya diri. Terutama soal Bahasa Inggris tadi yang bisa dikerjakan dengan baik dan soal-soalnya pun secara umum tergambarkan saat pendalaman materi,”ujar Himalaya.









