TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan dukungan perguruan tinggi untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut dan mangrove melalui riset, laboratorium, serta sumber daya manusia. Di mana, dukungan ini telah disiapkan untuk mendukung rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, perguruan tinggi memiliki kapasitas riset dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan gambut dan mangrove di berbagai daerah.
Menurut Brian, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kemdiktisaintek kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk menyiapkan kerangka pembentukan BPGMN.
“Memang harapannya adalah BPGMN hari ini bisa selesai dipersiapkan, atau paling tidak kerangka besarnya sudah siap. Teman-teman dari kampus-kampus di Indonesia, ataupun juga laboratorium-laboratorium di kampus-kampus di enam provinsi, terutama yang memiliki lahan gambut cukup besar dan sensitif, intinya siap membantu,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Brian menyebut dukungan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui sejumlah bidang, mulai dari kajian dan penelitian, pengembangan pengetahuan, hingga penyediaan sumber daya manusia. Keterlibatan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan arahan Kementerian Kehutanan.
Selain itu, Brian menuturkan jika pihaknya mencatat terdapat sejumlah perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi yang memiliki pengalaman serta kapasitas dalam kajian ekosistem gambut. Kapasitas tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan gambut dan mangrove yang berbasis data dan hasil penelitian.
“Intinya, kita ingin kapasitas yang ada di perguruan tinggi bisa terhubung dengan kebutuhan di lapangan,” kata Brian.
Selain fasilitas laboratorium, dosen dan mahasiswa juga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan penelitian, tetapi juga dapat mendukung penerapan pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Kemdiktisaintek selanjutnya akan melakukan pemetaan bersama Kementerian Kehutanan untuk menentukan bentuk dukungan yang dapat diberikan masing-masing perguruan tinggi dan laboratorium.
Kolaborasi lintas kementerian dan perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove melalui pemanfaatan riset, data, teknologi, serta sumber daya manusia.










