TVRINews, Surabaya
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda. UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi, dan lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI Fahd Pahdepie dalam kegiatan Lokafest bertema “Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Pemberdayaan Potensi Lokal” di Surabaya.
Kegiatan yang dilaksanakan On Point Media tersebut dihadiri sekitar 700 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas, dan pelaku UMKM. Acara dipandu host Andi Anggana, S.Sos., M.Ikom, jurnalis senior, dengan menghadirkan Fahd Pahdepie, Abdul Manap Pulungan dari Center of Macroeconomic and Finance/Macfin INDEF, Achsania Hendratmi dari Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, serta Kevin Octavian, content creator dan influencer.
"UMKM berperan dalam menciptakan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi, dan lapangan kerja. Pentingnya kolaborasi pemerintah, kampus, dan generasi muda dalam pengembangan UMKM. Pemerintah terus memastikan kebijakan UMKM tepat sasaran melalui penyerapan persoalan di lapangan,” kata Fahd Pahdepie, dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Fahd mengatakan, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, menciptakan nilai tambah, berpikir kompleks, serta memahami kebutuhan masyarakat dan pasar.
"entrepreneur perlu memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, menciptakan nilai tambah, berpikir kompleks, serta memahami kebutuhan masyarakat dan pasar. Pemerintah mendorong insentif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), disertai dukungan literasi, legalitas, sertifikasi, dan akses pembiayaan. UMKM perlu memperkuat legalitas dan sertifikasi agar dapat mengakses pembiayaan serta mampu naik kelas", ujarnya.
CEO On Point Media Zulfikar Mufti mengatakan, keterlibatan On Point Media dalam kegiatan tersebut merupakan komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Airlangga.
Menurut Zulfikar, mahasiswa dapat menggali potensi di sekitar, mengembangkan gagasan kreatif, serta melihat kewirausahaan sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan mahasiswa, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan juga dinilai dapat membuka ruang pembelajaran dan kolaborasi untuk menghasilkan langkah nyata.
Zulfikar menambahkan, kegiatan di Surabaya merupakan kelanjutan rangkaian Lokafest yang sebelumnya digelar di Bandung, Semarang, dan Jakarta.
Rangkaian tersebut diharapkan memperluas semangat pemberdayaan potensi lokal sekaligus memunculkan ide dan inspirasi bagi pelaku UMKM agar terus berkembang dan naik kelas. Pengembangan dapat dilakukan melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, penguatan pemasaran, dan perluasan jejaring usaha.
Center of Macroeconomic and Finance/Macfin INDEF Abdul Manap Pulungan mengatakan, sebagian UMKM masih rentan karena berasal dari masyarakat yang keluar dari sektor formal.
"Sebagian UMKM masih memiliki kerentanan tinggi karena berasal dari masyarakat yang keluar dari sektor formal. Tantangan utama adalah mendorong UMKM dari skala mikro menuju usaha menengah dan besar agar berkontribusi pada pertumbuhan. Penguatan bahan baku dan rantai pasok menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha," jelasnya.
Abdul Manaf melanjutkan, tantangan utama pengembangan UMKM terletak pada upaya mendorong usaha mikro menjadi usaha menengah dan besar.
"Akurasi data UMKM diperlukan dalam mendukung kebijakan dan program pemerintah tepat sasaran,” pungkasnya.
Sementara itu, Dosen dan Peneliti Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Achsania Hendratmi, mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan pendanaan, permodalan, perizinan, dan ekosistem usaha yang mendukung.
"Pengembangan UMKM perlu diarahkan untuk naik kelas guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja, distribusi produk, dan penerimaan negara. Percepatan pengembangan membutuhkan pendanaan, permodalan, perizinan, dan ekosistem usaha yang mendukung,” kata Achsania.
Achsania mengatakan inovasi dapat dilakukan secara bertahap melalui produk, pemasaran, maupun pengemasan. Inkubator bisnis UNAIR juga mendorong pelaku UMKM membaca tren dan menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan konsumen.
Influencer asal Surabaya Kevin Octavian turut mendorong pelaku UMKM memanfaatkan peluang di era digital.
"Peluang UMKM di era digital terbuka luas melalui pemanfaatan media dan jejaring komunitas. Diferensiasi produk dan branding menjadi keharusan saat ini untuk meningkatkan daya tarik serta nilai jual. Pelaku UMKM harus berani menghadapi persaingan dengan mengembangkan kemasan dan kreativitas produk," ujarnya.
Kevin menambahkan, kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas, pemasaran, hingga pengembangan skala usaha.
Melalui Lokafest, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, generasi muda, komunitas, dan pelaku UMKM diharapkan dapat terus berkembang untuk memperkuat potensi ekonomi lokal.










