TVRINews, Jakarta
Satgas PRR pastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra, mulai dari pembangunan huntap hingga infrastruktur dasar.
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra akan mengawal pelaksanaan program yang tertuang dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra yang ditargetkan rampung pada 2028.
Anggaran tersebut dialokasikan kepada 32 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hingga kini, Kementerian Keuangan telah menyetujui usulan kebutuhan anggaran dari tujuh kementerian dan lembaga.
"Oleh karena itu, tujuh kementerian/lembaga ini segera bergerak dan menyampaikan secara rinci program yang akan dikerjakan pada tahun 2026," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 23 Juli 2026.
Tito menegaskan Satgas PRR akan melakukan evaluasi setiap pekan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Sementara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan proses tender pembangunan hunian tetap (huntap) telah berjalan. Pembangunan huntap komunal yang menjadi tanggung jawab Kementerian PKP dijadwalkan dimulai pada September 2026.
Maruarar meminta pemerintah daerah yang belum menyiapkan lahan pembangunan huntap segera menyelesaikan proses pengadaan lahan agar tidak menghambat pelaksanaan proyek.
"Jangan sampai nanti tendernya selesai, tetapi lahannya belum siap. Itu bukan kewenangan kami. Tolong dibantu agar persoalan lahan segera diselesaikan," ucap Maruarar.
Kementerian PKP memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp2,2 triliun untuk membangun 7.952 unit huntap di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra, yakni Aceh sebanyak 6.220 unit, Sumatera Utara 919 unit, dan Sumatera Barat 813 unit.
Kemudian, Direktur Distribusi PT PLN Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan PLN siap mendukung pembangunan huntap dengan menyiapkan jaringan listrik di setiap lokasi pembangunan.
"Begitu instalasi pembangunan siap, PLN akan langsung memasang jaringan listrik dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, BNPB, serta kementerian dan lembaga terkait," kata Arsyadany.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Apri Artoto mengatakan kementeriannya memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp21,16 triliun untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan jaringan irigasi










