TVRINews, Badung
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Secara umum, pelaksanaan asesmen berjalan baik tanpa kendala berarti maupun pelanggaran.
“Alhamdulillah secara umum pelaksanaan berlangsung dengan baik, tidak ada kendala yang berarti dan tidak ada pelanggaran,”kata Atip dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis resmi, Minggu, 8 November 2026.
Atip mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan satuan pendidikan sekaligus mendapatkan masukan langsung mengenai penyelenggaraan TKA. Meski pelaksanaan berjalan lancar, ia mencatat masih ada sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan, terutama ketersediaan pasokan listrik yang dapat memengaruhi kelancaran asesmen.
Menurutnya, berbagai temuan di lapangan perlu menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan TKA pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih optimal.
Selain meninjau pelaksanaan ujian, Atip juga berdialog dengan para siswa untuk mengetahui pengalaman mereka selama mengikuti asesmen. Dari dialog tersebut, Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang dinilai cukup menantang oleh peserta didik.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang capaian hasilnya masih perlu ditingkatkan.
“Kita berharap ini menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi kita untuk melakukan perbaikan ke depan, terutama pada mata pelajaran yang hasilnya belum menggembirakan,” tambahnya.
Atip juga mengingatkan pentingnya peserta didik memiliki kompetensi unggulan yang dapat menjadi pembeda dengan individu lainnya. Keunggulan tersebut dapat berupa penguasaan keterampilan khusus maupun kemampuan berbahasa asing.
Dengan mengenali potensi dan kemampuan diri, siswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki sebagai bekal melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita, dan menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Luh Made Sri Yuniati, mengatakan TKA di sekolahnya diikuti 263 siswa yang terbagi dalam dua gelombang. Setiap gelombang terdiri atas tiga sesi, dengan masing-masing ruang ujian diikuti 11 siswa.
Ia mengaku bangga terhadap semangat dan kesungguhan siswa selama mengikuti seluruh rangkaian asesmen.
“Saya sangat bangga, antusias anak-anak sangat luar biasa untuk mengikuti TKA ini. Ini terbukti seluruh siswa dapat mengikuti dengan baik,” ungkap Luh Made.
Untuk mempersiapkan peserta didik, sekolah telah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya TKA, menyediakan buku pedoman dan bahan latihan, serta memberikan pendampingan melalui guru.
Khusus mata pelajaran pilihan, sekolah mengadakan kegiatan pemantapan dua kali dalam seminggu selama dua jam pelajaran. Sementara itu, latihan soal untuk mata pelajaran wajib dimasukkan ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Pendampingan juga diberikan sejak siswa duduk di kelas X, terutama dalam menentukan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat serta rencana pendidikan dan profesi mereka. Dengan persiapan tersebut, siswa memiliki waktu lebih panjang untuk mendalami bidang yang ingin dikembangkan.
Luh Made berharap TKA dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong peningkatan mutu pendidikan. Hasil asesmen juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk memperbaiki capaian pembelajaran sekaligus membangun kesiapan mental siswa.
“TKA ini jangan menjadi satu beban, tetapi diikuti sebagai suatu proses yang dapat kita ikuti untuk membuka jalan mereka sukses ke depan,” tuturnya.
Salah satu peserta TKA, I Kadek Aditya Widharma, siswa kelas XII-5 SMA Negeri 1 Kuta Selatan, mengaku telah mempersiapkan diri dengan mempelajari Matematika Tingkat Lanjut dan Fisika sebagai mata pelajaran pilihan. Ia juga memberikan perhatian pada Matematika wajib karena berencana melanjutkan pendidikan di bidang Informatika.
Selain belajar mandiri, Aditya mengikuti bimbingan yang diselenggarakan sekolah sejak sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan TKA. Menurutnya, pendampingan tersebut membantu mematangkan persiapannya sehingga dapat mengikuti asesmen dengan baik.
“Sekolah juga memberikan bimbingan sehingga persiapan cukup baik dan selama pelaksanaan tidak ada kendala. Semoga saya mendapatkan nilai yang maksimal,” ujar Aditya.
Kemendikdasmen berharap pelaksanaan TKA dapat terus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Evaluasi terhadap kesiapan sekolah, kemampuan peserta didik, serta ketersediaan sarana dan prasarana akan menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan asesmen pada masa mendatang.










