TVRINews, Trenggalek
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghormatan terakhir kepada Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang gugur saat menjalankan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penghormatan tersebut diberikan melalui kehadiran Kepala BNPB Kristomei Sianturi dalam upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu, 7 November 2026.
Kepala BNPB hadir bersama jajaran pimpinan TNI untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Upacara pemakaman militer dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Tandyo Budi Revita serta dihadiri pejabat daerah dan keluarga almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, Kristomei menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya salah satu prajurit yang menjalankan tugas kemanusiaan di garis depan penanganan bencana.
Pengorbanan dan pengabdian Heri dalam melindungi masyarakat dari ancaman karhutla dinilai sebagai bentuk dedikasi luhur kepada bangsa dan negara.
"BNPB menilai pengorbanan dan dharma bakti almarhum dalam menjalankan tugas kemanusiaan demi melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan wujud pengabdian luhur kepada negara," ucap Kristomei daam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 7 November 2026.
Sertu Anumerta Heri Prasetyo gugur dalam kecelakaan helikopter HA-5235/MI-17V5A di wilayah Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Saat kejadian, Heri bersama tim tengah menjalankan operasi udara water bombing untuk mendukung Satgas Penanganan Karhutla.
Semasa hidup, Heri menjabat sebagai Ba Fourier Siud Heli Serbu 1 Flite Heli B Dron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putri.
Atas jasa dan pengabdiannya, negara menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Sertu Anumerta. Almarhum juga mendapatkan penghormatan melalui upacara pemakaman secara militer di Taman Makam Pahlawan Karangsoko.










