TVRINews, Yogyakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya integritas, karakter, dan semangat pengabdian dalam proses penerimaan taruna baru Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Tahun Akademik 2026/2027.
Seleksi tersebut tidak hanya bertujuan menjaring calon taruna yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi muda yang siap mengabdi dan mendukung pelayanan BMKG kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam rangkaian Penerimaan Taruna Baru (PTB) STMKG 2026 di Yogyakarta. Ia mengapresiasi para peserta yang berhasil mencapai tahap akhir seleksi setelah melewati berbagai tahapan dan bersaing dengan ribuan pendaftar.
Faisal mengatakan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan ketatnya persaingan untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.
“Masuk ke sekolah kedinasan STMKG memang persaingannya termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Tahun ini pendaftarnya mencapai 9.226 orang untuk memperebutkan kuota formasi 130 kursi. Saat ini, di Yogyakarta dan secara serentak di seluruh Indonesia, sedang berlangsung tahapan akhir seleksi, yaitu Tes Kebugaran dan Wawancara bagi 254 kandidat terbaik. Nantinya, sekitar 50 persen dari kalian akan diterima, sementara sebagian lainnya mungkin belum mendapat kesempatan tahun ini,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 8 November 2026.
Menurut Faisal, keberhasilan peserta mencapai tahap akhir merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Meski demikian, integritas tetap menjadi salah satu aspek utama yang diperhatikan BMKG dalam menentukan calon taruna yang akan diterima.
Ia menegaskan, seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di STMKG tanpa dipengaruhi latar belakang keluarga maupun kondisi sosial ekonomi.
“Tidak ada sistem titipan di sini. Semua penerimaan ini dilakukan dengan sangat bersungguh-sungguh untuk memberi kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik dalam menempuh pendidikan di STMKG,” jelasnya.
Selain integritas, Faisal mengingatkan para calon taruna mengenai tanggung jawab besar yang akan mereka emban setelah menyelesaikan pendidikan. Saat ini, BMKG memiliki 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan, tugas BMKG tidak hanya menyediakan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi serta peringatan dini bencana. Layanan informasi tersebut juga mendukung 12 sektor strategis pembangunan nasional, di antaranya transportasi, infrastruktur, sumber daya air, kesehatan, pariwisata, pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, dan pertambangan.
Dalam sektor pertanian, misalnya, informasi iklim BMKG dapat digunakan petani untuk menentukan waktu tanam, memilih varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim, hingga memperkirakan ketersediaan air. Pemanfaatan informasi tersebut membantu petani menyusun strategi pengelolaan lahan sekaligus mengantisipasi risiko gagal panen.
Manfaat informasi BMKG juga dirasakan sektor peternakan. Faisal mencontohkan pemanfaatan informasi iklim oleh Stasiun Klimatologi di Karangasem, Bali, untuk membantu peternak mengantisipasi penyakit surra pada hewan ternak, seperti sapi dan kuda, yang risikonya dapat dipengaruhi kondisi cuaca.
Dengan informasi tersebut, peternak diharapkan dapat melakukan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mempertahankan keberlangsungan usaha peternakan.
Faisal menilai berbagai pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan di STMKG perlu dipahami bukan sekadar sebagai jalan untuk memperoleh gelar atau pekerjaan, melainkan juga sebagai kesempatan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Ia juga meminta para peserta mengikuti tahapan wawancara dengan tenang serta menunjukkan kepribadian dan kemampuan mereka secara jujur. Melalui wawancara, panitia akan menggali karakter, pola pikir, gagasan, pengalaman, hingga motivasi peserta dalam menjalankan pengabdian.
“Tunjukkan potensi terbaik Anda. Mintalah doa restu dari orang tua, saudara, dan keluarga di rumah. Selama ini, perjuangan Anda hingga mencapai tahap ini pasti tidak lepas dari doa-doa mereka yang menginginkan masa depan terbaik bagi Anda,” pungkasnya.
Tes Kebugaran dan Wawancara merupakan tahapan akhir seleksi penerimaan taruna STMKG Tahun Akademik 2026/2027. Pada tahap ini, panitia tidak hanya mengukur kesiapan fisik peserta, tetapi juga menilai karakter, pola pikir, pengalaman, dan motivasi mereka untuk menempuh pendidikan kedinasan.
Melalui seleksi yang mengedepankan integritas dan penilaian menyeluruh, BMKG berharap dapat memperoleh calon taruna yang memiliki kompetensi, karakter kuat, serta komitmen pengabdian.
Para taruna tersebut diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang mendukung peningkatan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi masyarakat di seluruh Indonesia.










