TVRINews, Jakarta
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto mengatakan produk dari desa-desa tematik disiapkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Yandri usai rapat koordinasi yang membahas pelaksanaan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Langkah tersebut akan diperkuat melalui kolaborasi antara Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Yandri menjelaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai asosiasi desa untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan desa, termasuk pengembangan Kopdes Merah Putih sebagai bagian dari implementasi Asta Cita keenam Presiden.
Menurutnya, pemerintah telah mengembangkan berbagai desa tematik, seperti desa jagung, desa padi, desa perikanan, hingga desa kakao, yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.
"Nanti Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi operator yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa. Kami tegaskan bahwa antara BUMDes yang sudah ada dengan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan bertabrakan, tetapi akan berkolaborasi untuk memastikan kegiatan ekonomi di desa berjalan sesuai jalurnya," kata Yandri, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia mengatakan saat ini banyak desa tematik telah memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui BUMDes.
"Desa tematik ini setahun terakhir sudah banyak yang menjadi penyuplai MBG. Hampir 1.000 BUMDes menjadi penyuplai utama untuk Program Makan Bergizi Gratis, dan ini terus kami lakukan," ujar Yandri.
Yandri menambahkan operasional Kopedes Merah Putih masih dalam tahap penyelesaian pembangunan gerai, gudang, serta sarana pendukung seperti kendaraan operasional.
Setelah seluruh fasilitas siap, koperasi akan dimaksimalkan untuk menyalurkan produk unggulan desa sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Menurutnya, keberhasilan Kopdes Merah Putih juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan desa karena sebagian keuntungan akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya kembali kepada masyarakat desa.
"Kalau sudah berjalan, kami akan memaksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Pemerintah desa tentu memiliki kepentingan agar Koperasi Desa Merah Putih berhasil karena ada manfaat langsung bagi desa dan masyarakat," ucap Yandri.










