TVRINews, Jakarta
Kegiatan Sapa Murid SMK 2026 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya menjadi ajang penyambutan bagi peserta didik baru, tetapi juga menghadirkan inspirasi melalui kisah sukses para alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sejumlah alumni berbagi pengalaman membangun karier dan merintis usaha sejak masih berstatus pelajar SMK. Mereka menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, hingga bersaing di pasar internasional.
Salah satu narasumber, Nai'in, alumnus SMKN 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dari Konsentrasi Keahlian Tata Boga, menceritakan perjalanannya membangun usaha pastry dan bakery. Minatnya di bidang kuliner telah tumbuh sejak kecil karena lingkungan keluarga yang memiliki usaha kuliner.
“Kebetulan orang tua punya usaha di bidang kuliner jadi sejak kecil saya sudah terbiasa berkecimpung di dunia tersebut dan mungkin itu yang membuat saya suka bidang ini. Ketika saya duduk di bangku SMK pun, saya mulai merintis usaha pastri. Sistemnya PO (pre-order) yang kemudian saya antar setiap Sabtu dan Minggu,”ujar Nai’in dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Nai'in, pengalaman belajar di SMK semakin lengkap saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL). Dari pengalaman tersebut, ia memperoleh banyak pengetahuan yang membantu mengembangkan usahanya hingga kini memiliki dua cabang toko pastry dan bakery serta tiga cabang Ayong Cafe.
“PKL adalah momen di mana saya banyak menyerap pengetahuan yang membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Untuk berada di titik ini sangat tidak mudah. Kuncinya sejak SMK kita harus belajar dan tunjukkan kemampuan terbaik. Sekolah bukan sekadar sekolah tapi cari kegiatan yang bisa mengasah kemampuan, baik hard skills maupun soft skills. Masa sekolah adalah waktu kita untuk eksplor diri,” terang Nai’in.
Inspirasi serupa juga dibagikan Ghea Safferina, alumnus SMK Telkom Malang, Jawa Timur, dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Ia mengaku memilih SMK karena menyukai sistem pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik, yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
“Memilih SMK adalah keputusan yang sangat tepat dan tidak pernah saya sesali. Saya bisa menjangkau sesuatu yang luas dari proses belajar saya di SMK. Buat saya, SMK seperti tempat yang memberikan banyak pengalaman terutama penyiapan kompetensi dan ini sangat membantu dalam perkembangan karier saya,”ungkap Ghea.
Selama bersekolah, Ghea aktif mengikuti berbagai kompetisi yang membentuk kemampuan teknis, komunikasi, dan kepemimpinan. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan sambil bekerja hingga berhasil mengembangkan bisnis playground kafe yang memiliki cabang di sejumlah kota serta usaha produksi mainan edukasi yang dipasarkan di dalam dan luar negeri.
“Kalau berani mencoba risikonya adalah gagal, tetapi dengan gagal kita bisa belajar. Mumpung masih di SMK, temukan apa yang benar-benar kalian sukai. Ilmu programmer yang saya dapat dari SMK membantu dalam mengembangkan bisnis saya. Selain itu, pengalaman dari PKL juga membentuk sikap profesionalitas saya. Bagaimana saya harus menjadi pemimpin dan rekan yang baik,”lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, mengatakan lulusan SMK memiliki peluang besar untuk meniti karier sesuai bidang keahlian. Menurutnya, pendidikan di SMK membuka berbagai pilihan setelah lulus, baik bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha.
“Momentum Sapa Murid SMK 2026 ini saya harapkan bisa mengantarkan murid-murid baru untuk membuka batas pemikiran akan cita-cita ke depan. Lulusan SMK tidak bisa dipandang sebelah mata karena buktinya banyak industri-industri besar, baik lokal maupun global yang mulai mencari talenta-talenta terbaik dari lulusan SMK," kata Dirjen Tatang.
"Lulusan SMK juga bisa membuka wirausaha. Untuk murid-murid SMK, selamat dan semangat belajar bidangnya masing-masing. Ketekunan akan mengantarkan anak-anakku sekalian mencapai cita-cita mulia di masa depan,” sambungnya.










