TVRINews, Jakarta
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata terus menunjukkan kinerja positif sepanjang 2026. Salah satunya ditandai dengan lonjakan realisasi investasi yang mencapai Rp25,34 triliun pada triwulan I 2026 atau tumbuh 76,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan Widiyanti saat Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Widiyanti, peningkatan investasi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri pariwisata nasional.
"Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027," ujar Widiyanti, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain investasi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta kunjungan atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau tumbuh 2,86 persen secara tahunan.
Peningkatan aktivitas pariwisata juga berdampak pada penerimaan devisa. Pada triwulan I 2026, devisa sektor pariwisata mencapai 4,05 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara (average spending per arrival/ASPA) tercatat sebesar 1.345,61 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp22,68 juta per kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti juga memaparkan kinerja pengelolaan anggaran Kementerian Pariwisata.
Realisasi anggaran Tahun Anggaran 2025 mencapai 95,52 persen dari pagu yang dapat digunakan, sedangkan realisasi berdasarkan satuan kerja mencapai 95,92 persen dari total pagu Rp1,48 triliun.
Untuk mendukung target sektor pariwisata pada 2027, Kementerian Pariwisata mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,01 triliun sehingga pagu ideal mencapai Rp3 triliun.
"Kami berharap pembahasan mengenai kebutuhan anggaran dapat ditempatkan dalam kerangka untuk memastikan seluruh target tersebut dapat dicapai secara optimal," kata Widiyanti.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran sekaligus memastikan setiap program pariwisata memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.










