TVRINews, Jakarta
Menteri Transportasi dan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, mengapresiasi perkembangan pembangunan MRT Jakarta saat melakukan kunjungan kerja ke area konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, Rabu, 15 Juli 2026.
Kunjungan tersebut disambut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, bersama Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina. Dalam kesempatan itu, delegasi Arab Saudi meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A sekaligus memperoleh penjelasan mengenai operasional MRT Jakarta Fase 1.
Selama peninjauan, Menteri Al-Jasser berdiskusi mengenai berbagai capaian MRT Jakarta, mulai dari peningkatan jumlah penumpang hingga perubahan budaya masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Ia juga melihat langsung kondisi terowongan bawah tanah yang menjadi bagian dari pembangunan jalur utara-selatan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kedua negara, khususnya di sektor transportasi.
"Kami berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat persahabatan serta membuka peluang kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dan teknologi yang bermanfaat bagi kedua negara,"ujar Allan dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.
Allan menjelaskan, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A saat ini telah mencapai 61,8 persen. Ruas Bundaran HI–Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.
Sementara itu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menyambut baik kunjungan kerja delegasi Arab Saudi di tengah padatnya agenda mereka selama berada di Indonesia.
Ia mengatakan pihaknya berkesempatan memperlihatkan perkembangan pembangunan Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, termasuk mengajak rombongan menyusuri terowongan bawah tanah yang berada di kedalaman sekitar 18 meter.
“Saat ini, pembangunan kedua stasiun tersebut telah mencapai 93,50 persen. Targetnya, pada akhir 2027 mendatang, kedua stasiun telah selesai dibangun dan siap dioperasikan,”ungkap Weni.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan hubungan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di bidang transportasi semakin erat, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkeretaapian.










