TVRINews, Surabaya
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto telah melakukan peninjauan ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa), untuk melihat langsung fasilitas pengelolaan sampah. Hal ini dilakukan, sebagai dukungan pemerintah terhadap upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan budaya peduli lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Brian menilai jika Unesa merupakan salah satu kampus yang responsif dan adaptif dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi terkait pengelolaan lingkungan.
Di mana, dalam waktu sekitar delapan bulan, Unesa dinilai berhasil menghadirkan perubahan signifikan melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam sistem yang diterapkan, lanjutnya mencakup proses terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang. Model ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi mampu menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri melalui inovasi serta kolaborasi seluruh sivitas akademika.
Selain itu, Kemendiktisaintek juga mendorong agar model yang diterapkan Unesa dapat menjadi praktik baik (best practice) bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Konsep “sampah selesai di kampus” dinilai relevan sebagai bagian dari transformasi menuju kampus hijau dan berkelanjutan.
Lantaran hal tersebut, Menteri Brian pun mengapresiasi seluruh pihak di Unesa atas capaian tersebut.
“Ini adalah langkah konkret yang patut dicontoh. Kami berharap model seperti ini dapat diadopsi oleh kampus lain dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berkelanjutan,” kata dia kutip Senin, 11 Mei 2026.
Menteri Brian menilai, jika pendekatan ini memiliki potensi untuk direplikasi oleh pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Perguruan tinggi diharapkan berperan sebagai pusat inovasi, pendampingan, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ucapnya
Dikesempatan yang sama, Rektor Unesa, Nurhasan, menyampaikan bahwa pihaknya juga mengembangkan inovasi daur ulang yang menghasilkan produk bernilai tambah, seperti biji plastik hasil olahan sampah.
“Inovasi ini menjadi bagian dari upaya kami mendorong ekonomi sirkular di lingkungan kampus, sekaligus mengurangi beban sampah,” ujarnya.
Ke depan, sivitas akademika Unesa berkomitmen untuk terus memperkuat sarana dan prasarana pengolahan sampah guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengelolaan.










