TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, menegaskan bahwa generasi muda Indonesia, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa dan mencegah penyebaran paham radikal serta terorisme.
Hal tersebut disampaikan Eddy Hartono saat memberikan arahan strategis secara virtual dalam kegiatan Sekolah Kader Persatuan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya integritas, wawasan kebangsaan, dan rasa cinta tanah air bagi generasi muda Indonesia yang berada di berbagai negara.
"Rekan-rekan adalah aset bangsa yang harus punya integritas, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Kami harapkan menjadi agen perubahan dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan," ujar Eddy Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, perkembangan geopolitik global yang berlangsung cepat saat ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan di berbagai kawasan dunia. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perubahan pola ancaman terorisme yang terus berkembang mengikuti dinamika global.
Eddy menjelaskan bahwa pusat aktivitas terorisme yang sebelumnya banyak terkonsentrasi di kawasan Timur Tengah kini mengalami pergeseran. Meski sejumlah kelompok teror melemah secara organisasi, ancaman ideologi dan pengaruhnya masih tetap nyata.
"Terorisme yang dulunya berpusat di Timur Tengah, kini polanya bergeser ke wilayah Middle East and North Africa. Meskipun secara struktur organisasi mereka melemah, namun secara ideologi dan pengaruh, terorisme tetap menjadi ancaman nyata," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelompok teror saat ini semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital. Berbagai platform daring digunakan untuk menyebarkan propaganda, melakukan rekrutmen, hingga memperluas jaringan lintas negara.
Arahan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu perwakilan mahasiswa PPIDK Timtengka, Fhalih Habib, menilai materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga wawasan kebangsaan di tengah kompleksitas situasi geopolitik internasional.
"Kawasan kita, Timur Tengah dan Afrika sarat dengan dinamika konflik geopolitik, sehingga tantangan terhadap stabilitas politik dan nasional telah menjadi ujian nyata bagi kita. Kita harus ingat pesan Pak Kepala BNPT bahwa kita tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus melek pada wawasan kebangsaan, menjauhi terorisme, dan siap menjadi agen perubahan,"pungkasnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BNPT dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda Indonesia, termasuk diaspora dan mahasiswa yang berada di luar negeri, agar lebih waspada terhadap ancaman radikalisme dan terorisme yang terus berkembang.
Sebagai informasi, PPIDK Timtengka merupakan organisasi non-profit yang mewadahi pelajar Indonesia di 19 negara kawasan Timur Tengah dan Afrika. Organisasi yang terafiliasi dengan PPI Dunia tersebut aktif menyelenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas, seperti simposium kawasan, konferensi pelajar, dan lokakarya tematik yang melibatkan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara.










