TVRINews, Jakarta
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital menginisiasi gerakan kolaborasi lintas sektor bertajuk Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 sebagai upaya memperkuat dan mempercepat transformasi digital nasional.
Program ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, hingga pemerintah daerah untuk menghasilkan berbagai aksi nyata dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Peluncuran dan deklarasi DEAL 2026 berlangsung di Jakarta dan disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Dalam forum tersebut, Kemkomdigi bersama para pemangku kepentingan menyepakati delapan paket kolaborasi yang akan menjadi fokus kerja sama dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, DEAL 2026 merupakan upaya membangun solidaritas digital melalui semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter bangsa Indonesia.
“Karena semangat gotong royong menjadi nilai Indonesia sejak lahir sebagai negeri. Gotong royong adalah identitas asli kita yang kini harus kita bawa ke ranah digital melalui gerakan Merajut Solidaritas Digital Indonesia,”ujar Meutya dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Meutya, forum DEAL 2026 tidak sekadar menjadi ajang penyampaian laporan atau capaian program, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi demi menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi digital dapat berlangsung merata dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Sebagai satu bangsa, kita harus bergerak dalam satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan keadilan digital dan kemandirian teknologi bagi seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.
Melalui pendekatan berbasis ekosistem, DEAL 2026 diarahkan pada implementasi program-program konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Sejumlah inisiatif yang telah berjalan antara lain pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk kelompok tani dan pembudidaya ikan di Sleman, Banjarnegara, dan Lamongan.
Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM di Wonogiri dan Banyuwangi, pengembangan fitur DARA untuk membantu mitigasi risiko kecanduan gim pada anak, serta pembangunan Dashboard Ecosystem sebagai sumber data nasional yang terintegrasi.
Meutya menilai berbagai program tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada upaya menjawab kebutuhan publik, memperkuat industri, dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Semua contoh ini membuktikan bahwa transformasi adalah tentang kerja bersama untuk menjawab kebutuhan publik, memperkuat industri, dan meningkatkan kualitas tata kelola negara. Karena itu, DEAL 2026 kita tempatkan sebagai ruang penyelarasan,”pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dan Nezar Patria, jajaran pejabat Kemkomdigi, serta perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, seperti BPK, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Ditjen Dukcapil Kemendagri, OJK, BRIN, BSSN, BIN, Polri, hingga Danantara.
Sejumlah kepala daerah juga hadir dalam forum tersebut, di antaranya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Hadir pula pelaku industri digital, perusahaan teknologi, startup, akademisi, asosiasi, kreator konten, serta pelaku UMKM dari berbagai sektor.










